oleh

Masih Lockdown, Sidang Vonis Aries HB dan Ramlan Bakal Ditunda.

SUMEKS.CO,- Satu agenda sidang tindak pidana korupsi (Tipkior) Pengadilan Tipikor Palembang yakni kasus suap 16 paket proyek Kabupaten Muara Enim dengan terdakwa mantan ketua DPRD Aries HB dan Mantan Plt Kadis PUPR Kabupaten Muara Enim Selasa besok (19/1) dengan agenda pembacaan putusan (vonis) bakal alami penundaan sidang.

Hal itu dikatakan oleh salah satu juru bicara PN Palembang, Abu Hanifah SH MH perihal adanya penundaan itu dikarenakan PN Palembang masih dalam suasana  penghentian aktivitas sementara (Lockdown) selama sepekan terhitung sejak tanggal 13 Januari hingga 19 Januari 2021.

“Karena masih dalam suasana lockdown sementara untuk sidang agenda putusan terhadap perkara itu kemungkinan besar akan kita tunda selama sepekan,” Jelas Abu  dikonfirmasi melalui pesan singkatnya, Senin (18/1).

Sementara itu, salah satu tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI, M Ridwan SH MH saat dikonfirmasi belum mengetahui informasi penundaan agenda sidang tersebut.

“Belum mengetahui informasi penundaan itu, bahkan tim JPU direncanakan ke Palembang untuk persidangan besok,” kata Ridwan.

Ketika ditanya pengaruhnya apabila persidangan tersebut benar ditunda selama sepekan, Ridwan menyebut akan sangat berpengaruh terutama pada masa penahanan terdakwa selama persidangan akan segera habis.

“Tapi akan kita coba konfirmasi lagi ke PN Palembang besok,” tandas Jaksa asli Palembang ini kepada SUMEKS.CO.

Diketahui sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Palembang Kelas 1 A Khusus Sumatera Selatan melakukan penghentian aktivitas atau lockdown guna untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 selama satu pekan.

Penutupan aktivitas kantor pengadilan negeri (PN) Palembang itu diumumkan dengan pemasangan spanduk di pintu masuk gedung dengan bunyi untuk Antisipasi Penyebaran virus Covid-19 Pengadilan Negeri Palembang menghentikan sementara aktivitas kerja di kantor selama 7 hari sejak tanggal  13 Januari sampai dengan 19 Januari 2021, tertanda Ketua PN Palembang, hal itu dikarenakan ada beberapa pegawai dan salah satu hakim yang dinyatakan positif Covid-19. (Fdl)

Komentar

Berita Lainnya