oleh

Masjid Al Marhamah, Dibangun Zaman Penjajahan

SUMEKS.CO, LUBUKLINGGAU – Melintasi jembatan Sungai Kelingi dari arah Kelurahan Batu Urip Taba, Kecamatan Timur I ke Kelurahan Batu Urip, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, di sisi kiri akan terlihat sebuah masjid. Berada persis di tepi Sungai Kelingi dan samping jembatan gantung, berwarna hijau.

Tepatnya masjid ini berada di RT 2 Kelurahan Batu Urip. Kalau terus menyeberang jembatan, kemudian belok ke kiri, tidak jauh ada gapura masjid. Berada di perkampungan tua, kampung ini bakal menjadi kampung cagar budaya. Masih terdapat rumah-rumah panggung kayu di kampung tersebut.

Masjid itu bernama Al Marhamah, memang tidak terlalu sering terdengar namanya. Namun tak disangka masjid ini berdiri sejak 1937 atau jaman penjajahan, yang sekarang usianya sudah 84 tahun.

Humas Pengurus Masjid Al Marhamah, Saparudin menjelaskan masjid ini lokasinya di tepi sungai sesuai dengan kondisi jaman dahulu. “Dahulu yang ada hanya dusun seberang (Batu Urip, red),” jelasnya.

Sementara Batu Urip Taba saat itu adalah kebun warga, namun ada jembatan gantung dan jalan setapak menuju jalan raya. “Posisi masjid ini, dahulu di sisi kanan ada jembatan gantung, kemudian ada dua pohon besar di sisi kiri. Juga ada di kanan yang bersebelahan dengan jembatan gantung,” Saparudin menambahkan.

Pada saat itu, masjid ini satu-satunya di Batu Urip. Sengaja dibangun di tepi sungai untuk memudahkan warga mengambil air wudhu. Pada 1988 saat pengurus masjid dipimpin almarhum Abu Nasib, masjid dipugar. “Dahulu masih dinding papan, dipugar swadaya masyarakat, hingga sekarang sudah beton,” katanya.

Diakui, posisi masjid ini tidak terlalu terlihat, karena berada di belakang rumah warga. Namun dua tahun lalu lahan di depan masjid ke arah jalan umum, dibebaskan. “Oleh Pak Lurah lahannya dibeli, makanya ada lahan parkir untuk masjid,” tambah Saparudin.

Selanjutnya, pada 2022 direncanakan akan dibangun bangunan baru, karena adanya perluasan lahan yang dibeli. “Pak Lurah juga membeli rumah dan tanah yang di samping lahan parkir. Tahun 2022 akan dibangun masjid yang lebih bagus,” jelasnya.

Kendati arsitektur bangunannya tidak terlalu bagus, namun masjid ini memiliki teras yang memiliki pemandangan Sungai Kelingi. Menjadi tempat sejuk untuk beribadah sekaligus melepas pandangan mata.(cj17)

 

Komentar

Berita Lainnya