oleh

Masjid Sepanjang Jalinsum Diminta Tiadakan Tarawih

MURATARA – Penaseahat Majelis Ulama Indonesia, Kabupaten Muratara, ustad Ramdoni imbau agar masjid di sepanjang Jalan Lintas Sumatera tidak menyelengarakan salat tarawih berjamaah. Dia mengungkapkan, meski wilayah Kabupaten Muaratara, masih dalam zona hijau namun dia meminta warga agar tetap waspada Covid-19.

Untuk pelaksanaan kegiatan sepanjang Ramadhan, sudah ada imbauan dari beragam pihak baik MUI, ormas keagamaan NU, Muhamadiyah dan lainnya. Khusus di Muratara dia menegaskan, wilayah Muratara memang masih aman dari Covid-19. Namun pihaknya mengajak masyarakat agar tetap berhati hati.

“Terutama masjid masjid di sepanjang Jalan Lintas Sumatera. Saya imbau kalau bisa jangan menyelengarakan salat tarawih, karena kita tidak tahu banyak pendatang yang singgah. Tapi untuk masjid di desa desa, silakan menyelengarakan salat tarawih tapi pakai masker dan tetap jaga jarak shaf salat sesuai imbauan MUI dan Pemerintah,” katanya, mantan PLT ketua MUI Muratara ini, kemarin (22/4).

Dia mengatakan, situasi saat ini dianggap sangat prioritas. Karena penularan wabah Covid-19, tidak boleh dianggap sepele. “ini untuk kemaslahatan orang banyak, jadi ikuti anjuran dan saran dari Pemerintah. perbanyak ibadah di rumah,” tegasnya. Pihaknya berharap, dengan dukungan dari masyarakat penanganan wabah Covid-19 ini bisa teratasi.

Karena Muratara masih dianggap zona hijau, untuk masyarakat yang tinggal di perkampungan. Ketua MUI Muratara mempersilakan warga untuk melaksanakan kegiatan seperti salat tarawih berjamaah. “tapi tetap pakai masker dan jaga jarak,” tutupnya.

Sementara itu, Kemenag Muratara H Iksan Bijuri mengungkapkan, Kementerian Agama telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di tengah Pandemi Wabah Covid-19.

Sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga inti, tidak perlu sahur on the road atau buka puasa bersama. Salat Tarawih juga dilakukan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah. Pun dengan tadarus Quran, dilakukan di rumah masing-masing.

Buka puasa bersama di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun Musala ditiadakan. “sudah ada edaran dari kementerian agama. Kita ikuti anjuran pemerintah dan berharap masalah covid-19 ini cepat usai,” tegasnya

Sementara itu camat Rupit, Deni Andri mengungkapkan, pihaknya meminta masyarakat mengikuti anjuran pemerintah dan mengesampingkan masalah individu. “saran saya perbanyak ibadah di rumah, tetap jaga kesehatan dan keluarga. Masalah ibadah selama ramadhan ikuti imbauan yang di keluarkan pemerintah,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya