oleh

Masuk Polisi Andalkan Kemampuan, Jangan Nyogok

PRABUMULIH – Sebanyak 11 calon peserta seleksi taruna Akpol dan 28 calon peserta seleksi Tamtama Brimob dan Polair, Kamis (2/7/2020) mengikuti fakta integritas di selenggarakan Polda Sumsel dalam rangka seleksi penerimaan Polri, Akpol dan Tamtama transparan dan bersih pada 2020.

Fakta integritas di Aula Besar Mapolres dipimpin Wakapolres, Kompol Agung Aditya Prananta SH SIk MH didampingi Kabag Sumda, Kompol Rudi Isroni SH, Kasat Intel, AKP Aan Sumardi SE MM, Kasiwas, Iptu Vedria Sukri dan disaksikan orang tua dan peserta seleksi serta LSM menonton video conference (Vidcon) fakta integritas tersebut.

Wakapolres, Kompol Agung Aditya Prananta SH SIk menerangkan, penerima polri sekarang ini bersih dan transparan dalam rangka menciptakan SDM Polri baik dan humanis serta clear dan clean.

“Pendaftaran dan penerimaan Polri gratis, tidak dipungut biaya. Andalkan kemampuan sendiri, jangan melakukan kecurangan dengan menyogok,” wanti Agung, sapaan akrabnya.

Fakta integritas ini dilakukan, kata dia, agar benar-benar diikuti dan dipatuhi baik itu peserta seleksi dan orang tuanya.

“Karena jika dilanggar, peserta seleksi otomatis gugur kedapatan bermain curang. Dan, proses hukum menunggu di depan mata,” ujarnya didampingi Kabag Sumda, Kompol Rudi Isroni SH.

Senada juga dibenarkan Kabag Sumda, Kompol Rudi Isroni SH tidak menampik hal itu. “Besok (hari ini, red), proses seleksi administrasi di Polres Prabumulih kembali berlangsung. Tercatat 11 peserta calon seleksi taruna Akpol dan 28 peserta calon seleksi tamtama Brimob dan Polair,” tukas Rudi.

Dia membenarkan, seleksi masuk Polri makin ketat. Dan, calon peserta seleksi punya kemampuan saja, bisa lolos dan menjadi anggota Polri.

“Iya, andalkan kemampuan sendiri. Jangan nyogok, dan percaya calo. Karena, nanti akan merugikan diri sendiri. Masuk polisi gagal, uang hilang,” pungkasnya. (03)

Komentar

Berita Lainnya