oleh

Masuk Tender, Konstruksi IPAL Selayur Bertahan 50 Tahun

PALEMBANG – Pembangunan megaproyek Industri Pengolahan Air Limbah (IPAL) Sei Selayur telah memasuki babak baru. Proses tender segera dilakukan usai pertemuan Walikota Palembang, Harnojoyo dengan pihak pemberi bantuan, Australia pada Kamis (12/9).

Dalam pertemuan ini, Kanselor Tata Kelola Ekonomi dan Infrastruktur Kedutaan Besar Australia, Anna McNicole menyerahkan nota kerjasama serta dan penyampaian tidak keberatan Australia untuk pembangunan IPAL Sei Selayur senilai $45 juta.

“Rencananya setelah tender, pada 2020 mendatang pengerjaan akan dimulai. Untuk itu, kami juga berharap pengertian warga untuk mendukung program ini,”kata Harnojoyo. Pembangunan IPAL skala perkotaan ini tentu akan memberikan dampak seperti salah satunya  kemacetan.

Itu terjadi pada jalur-jalur yang dilintasi pipa besar, dari dan menuju kawasan Sei Selayur. Sehingga menurut Harnojoyo, warga dan semua pihak, dapat bekerjasama demi kebaikan semua. IPAL Sei Selayur ini, rencanan akan mengcover sekitar 21 ribu sambungan rumah.

Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, Ahmad Bastari menjelaskan. Untuk saat ini, pembebasan lahan sudah dirampungkan di Lokasi yang masuk dalam Kecamatan Kalidoni. Oleh sebab itulah, pembangunan sudah bisa dilakukan.

Hanya saja dari dana $45 juta dolar tersebut, Pemkot Palembang masih membutuhkan sekitar RP500 miliar lagi untuk sambungan rumah tangga. Nantinya apabila telah selesai, maka pengelolaan akan dilakukan oleh PDAM Tirta Musi.

“Ada tambahan bantuan dari dana pusat yang sudah berjalan. Untuk panjang sambungan dari IPAL ke pusat kota sekitar 8 kilometer. Ipal ini menjangkau IB I, IT I, IT II, IT III dan Kalidoni,”ujarnya.

Sementara Anna McNicol menjelaskan, setelah mulai dibangun pada 2020, nantinya diharapkan selesai pada 2021 dan bisa segera diujicobakan. Masyarakat Palembang, seharusnya mendukung program ini, sebab menjadi satu dari 13 lokasi di dunia yang mendapat bantuan Australia.

“Kami punya atensi besar terhadap pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya lewat program ini. Mudah-mudahan bermanfaat bagi warga Palembang kedepan,”ungkapnya. IPAL ini sendiri diprediksi mampu bertahan hingga 50 tahun setelah dibangun. (aja)

Komentar

Berita Lainnya