oleh

Masyarakat Masih Butuh Program Bedah Rumah

PAGARALAM – Rumah tak layak huni di Kota Pagaralam jumlahnya kian menyusut dari tahun ke tahun. Sejalan dengan adanya program peningkatan kualitas hunian, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Diutarakan Pjs Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Pagaralam, David Kenedy ST MM kepada koran ini, bahwa RTLH di Kota Pagaralam jauh mengalami penurunan dari tahun ke tahun. “Melalui pendataan yang dilakukan Dinas Perkimtan saja, tahun ini masih ada berkisar 1.600 unit RTLH, tersebar di Lima Kecamatan yang ada di Kota Pagaralam,” katanya, kemarin.

Tahun depan, di 2021 melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR, Kota Pagaralam mendapati kucuran bantuan peningkatan kualitas hunian. “Tahun depan Sumsel mendapat kuota 1.000 unit. Dari jumlah tersebut kita mendapat bantuan PK RTLH sebanyak 200 unit,” ungkap David.

Jadi, jika dilihat dari kuota tersebut, Kota Pagaralam kemungkian mendapat kuota terbanyak jika dibandingkan dengan 16 Kabupaten/Kota lainnnya di Sumsel. Ditanya mengapa bantuan BSPS terus mengalir? Dikarenakan program tersebut masih dibutuhkan masyarakat, khusus di Kota Pagaralam.

Oleh karenanya Pemkot Pagaralam, melalui Dinas Perkimtan terus mengupayakan Kota Pagaralam mendapat bantuan program ini setiap tahunnnya. Dia menjelaskan, jika untuk persiapannya sedang dilakukan melengkapi perencanaannnya. “Insyaa allah, jika tak ada halangan, tahun 2021 ini nanti bedah rumah untuk peningkatan kualitas hunian sudah bisa berjalan melalui dana APBN,” kata David menegaskan.

Beberapa sasaran PK program BSPS ini di Empat lokasi Kelurahan. Diantaranya Bumi Agung, Agung Lawangan dan Rebah Tinggi, dan Jangkar Mas. “Selain itu, melalui sumber dana DAK ada 76 unit dilakukan peningkatan kualitas hunian. Tersebar di Kelurahan Kuripan Babas, Dempo Makmur dan Alun Dua,” beber dia.

Diharapkan, melalui program ini masyarakat bisa terbantu dan benar-benar serius menjalankan program rehab melalui dana stimulan senilai Rp17,5 juta. “Bantuan ini sifatnya stimulan. Artinya, mendorong masyarakat untuk dapat merampungkan peningkatan kualitas hunian mereka,” pungkasnya. (Ald)

 

Komentar

Berita Lainnya