oleh

Masyarakat Muara Enim Tidak Mempunyai Kartu BPJS Kesehatan

MUARA ENIM – Meski kerjasama berobat gratis antara Pemkab Muara Enim – BPJS Kesehatan telah bergulir selama tiga tahun. Ternyata warga Muara Enim belum mempunyai Kartu BPJS Kesehatan karena kendala kemampuan finansial di BPJS Kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Jonidi SH dari Komisi IV DPRD Muara Enim pada Rapat Paripuma DPRD ke-XIII dengan Agenda Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan Komisi-komisi Kabupaten Muara Enim, Penandatanganan Keputusan Bersama dan Penyampaian Pendapat Akhir Bupati Muara Enim terhadap RAPBD Kabupaten Muara Enim TA 2022 di gedung DPRD Kabupaten Muara Enim, Selasa (30/11).

Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Muara Enim Liono Basuki BSc didampingi Wakil Ketua Hadiono, dan Ermannadi. Dihadiri Pj Bupati Muara Enim Dr H Nasrun Umar, anggota DPRD Muara Enim, Kepala OPD dan para tamu undangan. Anggota DPRD yang hadir sebanyak 32 orang diantaranya 8 orang secara virtual.

Menurut Jonidi, bahwa pihaknya
meminta kepada dinas terkait untuk melakukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan tidak hanya sebatas pembayaran premi asuransi tapi dalam hal tanggung jawab BPJS Kesehatan terhadap kevalitan data masyarakat Kabupaten Muara Enim yang harus di-update ulang agar tidak terjadi perbedaan data atau double data yang menyebabkan masyarakat merasa dirugikan.

Selain itu BPJS Kesehatan untuk ikut serta dalam promosi terhadap program andalan berobat gratis di lingkungan masyarakat Kabupaten Muara Enim dengan membuat poster-poster atau baliho di setiap desa dengan seruan berobat gratis cukup bawa KTP dan kartu keluarga saja, mengingat sudah hampir 3 tahun program ini berjalan BPJS Kesehatan tidak ada kemampuan finansial untuk mencetak kartu BPJS Kesehatan untuk masyarakat Kabupaten Muara Enim.

“Tiga tahun itu, sudah cukup lama. Masa, BPJS Kesehatan tidak bisa membuatkan kartu BPJS Kesehatan untuk warga Muara Enim. Pemkab Muara Enim yang bayar seluruh premi untuk warga Kabupaten Muara Enim,” tegasnya.

Dikatakan Jonidi, bahwa pada RAPBD Tahun Anggaran 2012 Dinas Kesehatan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp456 miliar lebih, dan dengan telah tersedianya anggaran tersebut agar kiranya mutu dan kualitas tenaga kesehatan dan tenaga spesialis ditingkatkan lagi yang sesuai dengan kompetensi agar lebih optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta didukung dengan alat kesehatan yang memadai.

Lanjutnya, untuk Puskesmas-Puskesmas yang baru di Kabupaten Muara Enim agar akses ke masyarakat semakin dekat pelayanan kesehatan serta tenaga kesehatan dapat lebih fokus untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.(ozi)

 

Komentar

Berita Lainnya