oleh

Masyarakat Terdampak Covid 19 Jabodetabek Bisa Ambil Beras di ATM, Ini Daftar Lokasinya…

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) melucurkan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) pertanian sikomandan yang menyediakan bantuan beras untuk seluruh masyarakat yang terdampak virus corona (Covid-19).

Dalam sehari satu mesin menyiapkan beras minimal 1,5 ton untuk 1.000 orang. Dengan kata lain, masing-masing penerima mendapatkan bantuan beras sebanyak 1,5 kilogram.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, operasional mesin anjungan tunai mandiri (ATM) pertanian sikomandan yang menyediakan bantuan beras untuk sementara difokuskan di wilayah Jabodetabek.

“Penerima bantuan beras lewat mesin tersebut adalah seluruh masyarakat yang terdampak Covid-19. Uji coba kita lakukan di Jabodetabek dan letaknya ada di Kodim. TNI Angkatan Darat akan membantu pendataan penerima dan pendistribusian beras bagi mereka yang membutuhkan,” kata Syahrul dalam keterangannya, Sabtu (25/4).

Syahrul menurutrkan, lokasi ATM beras tersebut hingga saat ini telah tersedia di delapan lokasi Komando Distrik Militer TNI Angkatan Darat. Yakni lima unit di DKI Jakarta, serta tiga unit lainnya di Bekasi, Tangerang, dan Depok.

“Dalam waktu dekat, penyedian ATM beras menyusul di dua Kodim wilayah Bogor. Mesin ini hanya bisa diakses oleh masyarakat tidak mampu atau terdampak Covid-19 yang sudah terdaftar sebagai penerima bantuan di sekitar wilayah Kodim,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan, Ditjen Tanaman Pangan Kementan, Gatut Sumbogodjati menambahkan, mesin ATM beras tersebut sepenuhnya dirancang dan diproduksi oleh Kementan melalui Balai Besar Mekanisasi Pertanian.

Menurut Gatut, pemilihan wilayah Jabodetabek lantaran merupakan zona merah pusat episentrum penyebaran virus corona baru (Covid-19). Masyarakat penerima bisa dari mereka yang menjadi berstatus sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program Kementerian Sosial atau diluar itu.

“Kita sudah tentukan kriterianya. Lalu Kodim yang akan mendata dan mengkonfirmasi ke kelurahan dan kecamatans setempat,” katanya.

“Setelah masyarakat penerima terdata secara benar, Kodim akan membagikan kartu akses ATM Beras yang dibuat oleh Kementan langsung kepada penerima,” imbuhnya.

Gatut menjelaskan, bahwa beras yang digunakan dalam program tersebut tidak hanya dari pengadaan oleh Kementerian Pertanian. Namun juga mitra perusahaan lewat program corporate social responsibility (CSR) masing-masing.

“Untuk tahap pertama BNI menjadi mitra pertama pertama yang secara resmi akan ikut memasok beras ke ATM Sikomandan,” ujarnya.

Gatut mengatakan, tidak menutup kemungkinan ATM beras akan terus diperbanyak dan tersedia di kota-kota lain. Namun, pihaknya belum dapat memastikan lebih lanjut terkait perluasan ATM beras tersebut.

“Kementan berharap adanya ATM beras setidaknya bisa meringankan beban masyarakat terdampak untuk memperoleh beras secara gratis,” ucapnya.

Kepala Staf Angkatan Darat Andika Perkasa, mengatakan, Bintara Pembina Desa TNI AD (Babinsa) memiliki tanggung jawab untuk melihat dan menentukan siapa yang menjadi penerima bantuan beras.

“Program tersebut hanya unntuk melengkapi berbagai program bantuan sosial yang saat ini sudah tersedia,” kata Andika.

Sesuai perencanaan, kata Andika, setiap harinya akan disiapkan 1,5 ton beras. Namun, jika Kodim menerima pasokan beras lebih dari itu, distribusi akan terus dilakukan selama masih terdapat masyarkat yang datang untuk mengambil bantuan.

“Selama stok masih ada, kami terus melayani,” pungkasnya. (der/fin)

Berikut Lokasi Penempatan Mesin ATM Tersebut:

1. Kodim 0501/Jakpus

2. Kodim 0502/Jakut,

3. Kodim 0503/Jakbar

4. Kodim 0504/Jaksel

5. Kodim 0505/Jaktim

6. Kodim 0506/Tangerang

7. Kodim 0509/Kab Bekasi

8. Kodim 0508/Depok

9. Kodim 0606/Kota Bogor

Komentar

Berita Lainnya