oleh

Match Fixing Bulutangkis, ini Pernyataan Sikap AMKORI

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Asosiasi Magister Keolahragaan Indonesia (AMKORI) Pusat mengutuk keras terjadinya match fixing yang melibatkan delapan pebulutangkis Tanah Air yang sanksi dari BWF (Badminton World Federation).

Dalam pernyataan sikap AMKORI Pusat yang diterima SUMEKS.CO dan ditandatangani Ketua Wachid Sugiharto, ada delapan poin. Yakni menyayangkan terjadinya dugaan match fixing dari delapan pebulutangkis Indonesia, mendukung BWF untuk terus menegakkan aturan sportif dan fair play, meminta PP PBSI untuk melakukan telaah secara mendalam masalah itu agar tidak terulang kembali, mewaspadai peran mafia dan agen judi online olahraga yang dapat menggoda/pengaruhi skor/pertandingan karena perputaran uang haram di sana sangat besar sekali, dan mendesak dibentuknya tim intelijen olahraga di BIN untuk antisipasi masalah-masalah olahraga nasional yang kemungkinan ada pengaruh dari asing.

Kemudian perlu adanya program pembentukan karakter atlet yang baik dan taat aturan dengan pelatihan attitude dalam grand design keolahragaan nasional, menekankan kepada atlet jangan terjerumus gaya hidup hedonis dan pragmatis yang mengedepankan kesenangan sesaat, dan organisasi terus melakukan sosialisasi aturan adanya hukuman berat kepada para atlet jika melakukan pelanggaran.

“Jangan sampai ada atlet muda tidak tahu adanya aturan tersebut,” kata Wachid Sugiharto.

Diketahui, ada delapan pebulutangkis Indonesia yang disanksi BWF terkait kasus match fixing. Mereka adalah Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, Androw Yunanto, Sekartaji Putri, Mia Mawarti, Fadilla Afni, Aditiya Dwiantoro, dan Agripinna Prima Rahmanto Putra. (dom)

Komentar

Berita Lainnya