oleh

Materi Protokol Kesehatan covid-19 jadi materi Pokok Kampanye Paslon Bupati

Baturaja – Kampanye pasangan calon Bupati dan wakil Bupati tak boleh hanya sampaikan program kerja semata. Namun ada materi pokok yang wajib disampaikan oleh Paslon ketika berkampanye.

Materi wajib tersebut yakni tentang protokol Kesehatan covid-19. Dimana setiap Paslon wajib menyampaikan kampanye protokol Kesehatan covid-19 sebelum menyampaikan program kerja pada saat kampanye.

Seperti halnya yang di lakukan oleh pasangan calon Bupati dan wakil Bupati OKU Drs Kuryana Azis dan Johan Anuar yang mengaku saat ini lebih banyak mengkampanyekan protokkes covid-19 dibanding program kerjanya sendiri. Menurutnya hal tersebut sudah diatur dalam peraturan KPU terbaru.

” Kita saat ini lebih banyak mengkampanyekan protokkes covid-19, termasuk pencegahan dan sebagainya. Hal ini sesuai dengan PKPU terbaru dimana kita diwajibkan untuk mengkampanyekan protokkes covid-19, termasuk Penerapannya pada saat kampanye,” kata Kuryana usai kampanye dialogis di Desa Persiapan Kemilau Baru Kecamatan Baturaja Timur.

Penyampaian program dan visi misi sudah biasa dilakukan sebelumnya, namun untuk penyampaian terkait protokol kesehatan harus dilakukan agar masyarakat mengerti akan pentingnya menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan.

” Kalau program kerja sudah tak banyak kita bahas karena kita akan tetap melanjutkan program periode sebelumnya. Namun materi covid-19 ini lebih banyak kita sampaikan,” jelas Kuryana.

Dikatakan Kuryana, di masa kampanye ini meskipun menjadi calon tunggal namun pihaknya tetap memanfaatkan masa kampanye untuk mendatangi sejumlah desa dan menggelar kampanye dialogis.

” Sudah hampir setengah jumlah desa dan kelurahan di Kabupaten OKU kami datangi. Selain materi pokok kita juga sampaikan program kerja serta visi misi kita, namun materi pokok tetap Protokol Kesehatan,” ungkap Kuryana.

Sementara itu, Ketua KPU OKU, Naning Wijaya mengungkapkan berdasarkan PKPU terbaru, peserta kampanye baik kampanye terbuka maupun kampanye dialogis di batasi jumlah pesertanya. Dimana kampanye dialogis hanya 50 orang dan kampanye terbuka hanya 100 orang.

” Berdasarkan PKPU kampanye dilakukan dengan Protokol Kesehatan covid-19 kemudian ada materi pokok yang berkaitan dengan pencegahan covid-19,” pungkasnya. (Ar)

Komentar

Berita Lainnya