oleh

Mayat Mr X yang Ditemukan di Sungai Kenten Laut Ternyata Memiliki Gangguan Jiwa

SUMEKS.CO – Sejumlah warga datang ke Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang, Rabu (18/11/2020) siang untuk memastikan jenazah Mr X yang ditemukan mengapung di Sungai Kenten, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin.

Mayat pria tersebut merupakan salah satu anggota keluarga yang diketahui bernama Andre Saputra (32). belakangan diketahui korban memiliki gangguan kejiwaaan.

Korban Andre diketahui selama dua hari yang lalu menghilang dari rumahnya. Namun pihak keluarga belum mengetahui hasil pemeriksaan jenazah korban.

Hanya saja, pihak keluarga memastikan bahwa jenazah tersebut benar merupakan Andre, setelah diketahui dari ciri-ciri pakaian yang dikenakan korban saat ditemukan warga mengapung di Sungai Kenten, Selasa (17/11/2020) pagi.

“Jenggot tipis, sama seperti yang disebutkan polisi di berita media online Pak. Korban adalah kakak ipar saya. Dan yang paling meyakinkan kami adalah baju motif garis-garis punya dia dan celana yang diapaki milik adiknya,” terang Ajis (27) yang ditemui di RS Bhayangkara.

Menurut Ajis, korban Andre merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Minggu (15/11/2020) diketahui menghilang dari rumah. Korban memiliki gangguan jiwa sejak bertahun-tahun lalu.

“Kalau datang selalu minta uang Rp10 ribu kdang Rp2 ribu, lalu langsung pergi. Pernah juga pergi sampai ke Desa pagar Dewa, Muara Enim. Korban tinggal bersama adik perempuannya di Komplek Azhar Kenten Laut setelah orang tuanya meninggal dunia,” terang Aji.

Hingga berita ini diturunkan tim Forensik RS Bhayangkara masih melakukan proese visum terhadap korban yang diduga Andre tersebut. Pihak keluarga juga tampak masih menunggu hasil.

Seperti diketahui, mayat Mr X yang ditemukan warga saat mencari ikan di perairan Sungai Kenten, Dusun III, Desa Kenten Laut, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Selasa (17/11/2020) 07.30 WIB, sungguh sadis.

Saat akan dievakuasi, warga juga menemukan ikatan tali yang tersambung dengan rantai yang diikatkan pada cetakan coran semen.

Ada dua pemberat, satu dari dari coran semen yang diikatkan di rantai dan satu pemberat jeriken yang berisikan batu. Diikatkan di pergelangan tangan kiri korban.(dho)

Komentar

Berita Lainnya