oleh

Mayoritas Over Tonase

-Sumsel-915 views
Sungai Lilin – Kemacetan yang mendera Jalintim Palembang-Jambi terus saja terjadi terutama di tiga kecamatan di bumi serasan sekate yakni Sungai Lilin, Tungkal Jaya dan Bayung Lencir. Penyebabnya lantaran kondisi jalan yang rusak parah ditambah banyaknya kendaraan berat yang terjebak lubang, baik patah as, pecah ban hingga terjebak lumpur.
Seperti didepan Mapolsek Bayung Lencir, dua kendaraan jenis fuso terjebak di dua sisi jalur. Kemacetan panjang tak terelakkan, “ini seperti kondisi di kota sungai lilin sebelum diperbaiki. Parah, kita berharap segera dilakukan perbaikan permanen secepat mungkin, apalagi mau lebaran,” kata Ketua Garda Pemuda Bayung Lencir Novriadi Syamsuri SH MKn.
Novri juga menyorot kendaraan berat yang melintas banyak yang over tonase dan dimensi membuat kondisi jalan makin cepat rusak, ditambah truk yang over tonase kondisinya rawan. “Wajar patah as di jalan rusak kalau muatannya berlebih seperti itu, harusnya di tindak. Sekarang juga semenjak timbangan senawar jaya(jembatan timbang) gak operasi makin menjadi truk yang over tonase lewat,” tukasnya.
Kasatlantas Polres Muba AKP Candra Kirana mengatakan pihaknya sudah ke Jakarta menyampaikan rusak parahnya jalan ke pihak Kementrian Perhubungan. “Hanya saja katanya paket kontrak baru mulai bulan 7, waduh lebaran ini bagaimana. Ada memang perbaikan tapi ya yang tambal sulam saja, ini membuat kita sangat khawatir musim mudik nanti,” tukasnya.
Guna mengantisipasi, pihaknya berencana menambah jumlah pos lantas di Jalintim maupun mengupayakan penambahan personil. “Cuma kan untuk penambahan pos terkait anggaran juga, kemudian uang saku anggota juga. Yang jelas, kota standby, setiap ada kemacetan anggota langsung turun melakukan pengaturan arus semampu kita,” cetusnya.
Terkait kendaraan yang over tonase, diakuinya seharusnya memang maksimal MST 8 ton, faktanya dilapangan banyak kendaraan diatas itu bahkan mencapai 24-30 ton. “Tapi mau bagaimana kita menindak, semua jalan di Sumatera ini gak ada yang kelas 1. Truk gak ada alternatif lain untuk melintas kecuali jalan tersebut,” cetusnya.
Terpisah, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah Sumsel Babel, Mangasi Sinaga dikonfirmasi mengatakan sesuai ketentuan UU LLAJ dan PP Nomor 79 Tahun 2013 rebtabg Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, untuk tonase kendaraan harus sesuai dengan kelas jalan dimana untuk Pulau Sunatera merupakan jalan kelas II dengan maksimal MST 8 ton. Salah satu alat pengawasan angkutan barang di jalan salah satunya adalah melalui pengoperasian Unit Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB), disamping instrumen pengawasan lainnya.
Pemerintah saat ini sedang gencar melakukan pengawasan dan penindakan ODOL (overdimensi dan overloading), yang menyebabkan umur teknis jalan tidak sesuai dgn rencana, hal ini tentu perlu dilakukan koordinasi ke semua stakeholder.
“Untuk UPPKB di Sumsel (Senawar Jaya, P. Panggang, Kota Baru dan Merapi), dan sesuai dgn Keputusan Dirjen Hubdat, untuk sementara ditutup atau tidak beroperasi, karena masih diperlukan koordinasi dan pembinaan lebih lanjut dengan intansi terkait lainnya. Diharapkan dalam waktu dekat akan dioperasikan kembali untum menjalankan fungsi pengawasan kendaraan barang di Sumsel,” tukasnya.
Terkait kendaraan melanggar ODOl kata Mangasi dilakukan Gakkum, antara lain penurunan muatan yg melebihi tonase yg ditetapkan, tilang dan/atau menghentikan perjalanan. Gakkum ODOL sedang dikoordinasikan dgn pihak Polri, Kejaksaan, Pengadilan dan PU.
Secara bertahap, Pemerintah akan tetap berupaya untuk menghindari terjadinya ODOL, dan akan dimulai dari hulunya, yaitu dimensi kendaraan (Uji Tipe dan KIR), penetapan tarif angkutan barang sampai dengan pengoperasian kendaraan bermotor. “Persoalan ODOL merupakan persoalan multidimensi, artinya tdk dapat selesai hanya oleh Perhubungan, namun perlu diselesaikan secara bersama-sama oleh berbagai pihak,” tandasnya.
PPK Betung-Peninggalan BBPJN Sumsel Alfin Gerry mengatakan saat ini pihaknya tengah menggelar rapat untuk melakukan upaya penanganan jalan mengantisipasi musim mudik. “Salah satu penyebab makin cepat rusak jalan adalah kendaraan kebanyakan over tonase, sebetulnya kalau tidak over, meski ada kerusakan mereka tidak akan sampai patah as dan menimbulkan kemacetan,” pungkasnya. (Kur)

Komentar

Berita Lainnya