oleh

Media Korut Puji Kinerja Kim Jong-un

PYONGYANG  – Sempat menghilang selama 20 hari, Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong-un, memunculkan berbagai spekulasi.

Namun, media Korut Rodong Sinmun menyebut pemimpin Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) itu bekerja penuh selama 365 hari dalam setahun tanpa liburan, tidak tidur, ataupun sekadar merayakan ulang tahun.

“Sejak awal kalender revolusioner pemimpin kita tidak punya hari libur, liburan ataupun ulang tahun,” tulis Rodong Sinmun edisi Sabtu lalu (16/5) sebagaimana dikutip NK News yang berbasis di Korea Selatan (Korsel).
Rodong Sinmun merupakan koran yang dikelola Komite Sentral Partai Pekerja Korea. Selama delapan tahun ini halaman depan koran corong partai penguasa itu berisi pujian untuk Jong-un.

“Partai kita, dalam menyusun dan mengimplementasikan seluruh kebijakan, telah memprioritaskan kepentingan rakyat dan melemparkan tongkat besi (menjatuhkan hukuman, red) tanpa ampun kepada siapa pun yang melanggar kepentingan rakyat dengan menyalahgunakan kewenangan, birokratisme dan korupsi,” sambung Rodong Sinmun.

Sebelumnya Jong-un menghilang setelah muncul terakhir kali pada 11 April lalu. Putra Kim Jong-il itu baru muncul lagi pada 1 Mei 2010 saat menghadiri seremoni penyelesaian pabrik pupuk di sebelah utara Pyongyang.
Berbagai spekulasi muncul saat Jong-un menghilang. Ada yang menyebutnya tak sadarkan diri setelah menjalani operasi, bahkan mengabarkannya meninggal dunia.

Namun, Rodong Sinmun menepis anggapan itu. “Kamerad Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un terus tanpa tidur, tanpa istirahat, dalam jadwal berintensitas tinggi saat ini.”

Kemunculan kembali Jong-un pada peresmian pabrik pupuk juga sempat memunculkan spekulasi lain. Banyak pihak menduga yang muncul di pabrik pupuk bukanlah Jong-un asli, namun cuma sosok yang mirip dengannya.
Walakin, Rodong Sinmun mencurigai berbagai spekulasi itu sebagai serangan terhadap Korut. Media corong penguasa Korut itu menyebut tekanan terhadap negeri yang tertutup itu memang meningkat sejak kematian Kim Jong-il.

“Imperialis melihat pergantian generasi revolusioner kita sebagai kesempatan emas untuk mewujudkan strategi anti-DPRK,” tulis Rodong Sinmun mengkritisi besarnya tekanan terhadap Korut.(nypost/ara/jpnn)

Komentar

Berita Lainnya