oleh

Mediasi Pekerja Berakhir di Atas Meja

-Sumsel-120 views
Perusahaan-Pekerja sepakat Tandatangani PKB
MURATARA – Rapat lanjutan mediasi tuntutan sejumlah peker‎ja PT Surya Agro Persada (PT SAP), kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara, akhirnya menemui kata final. Kedua belah pihak baik perusahaan dan SPSI menandatangani Perjanjian Kontrak Bersama (PKB) di saksikan Pemerintah Daerah.
Senin (14/10) sekitar pukul 11.44 WIB, Wakil Bupati Muratara H Devi Suhartoni bersama Dinas Tenaga Kerja memimpin mediasi antara SPSI PT SAP dan pihak perusahaan untuk melakukan penandatanganan kerja sesuai dengan isi kesepakatan bersama.
Pemerintah Daerah meminta pihak perusahaan tidak anti terhadap organisasi pekerja (SPSI), karena keberadaan mereka dijamin undang-undang dan sebagai mitra pihak perusahaan. Dia juga meminta setiap ada pemecatan karyawan atau PHK, pihak perusahaan terlebih dahulu harus berkoordinasi dengan Pemerintah yakni Dinas Tenaga Kerja.
“Jangan alergi terhadap SPSI, karena SPSI mitra pihak perusahaan. Jadi jangan lari dari peraturan normatif,” bebernya. Dia meminta jika diantara kedua belah pihak menemukan kendala, harus selalu melakukan koordinasi dan komunikasi sehingga permasalahan itu bisa dituntaskan bersama.
“Kami orang Muratara masih belajar, kami tahu orang perusahaan itu isinya orang profesional. Tapi yang saya tahu hampir semua perusahaan pasti mempunyai masalah akibat tidak menjalankan peraturan yang normatif,” ucapnya. Dia menginformasikan ke pihak perusahaan agar bisa memberikan kebijakan yang tidak memberatkan pekerja. Menurutnya, Muratara ini masih melintasi masa transisi pergolakan pembangunan.
“Jika di daerah lain itu reformasi sudah dilakukan sejak 1998, nah di Muratara ini baru sekarang,” bebernya. Sementara itu, Ketua SPSI PT SAP Rawas Ilir Fiter mengatakan. Semua tuntutan yang sebelumnya mereka sampaikan sudah dipenuhi dengan adanya penandatanganan PKB.
“Sebetulnya masalahnya cuma itu saja, kami menuntut dijalankan hasil PKB itu. Dan meminta pihak perusahaan tidak melakukan PHK sepihak,” bebernya. Sampai saat ini setidaknya sudah ada 200 pekerja yang di rumahkan. Pihaknya juga menuntut pihak perusahaan memberikan keterangan sebelum adanya pemberhentian.
Terpisah, Legal PT SAP Hamidah mengungkapkan, semua permasalahan yang mencuat selama ini sudah tuntas dengan ditandatanganinya PKB secara bersama. Pihaknya berharap, apa yang telah menjadi kesepakatan itu dijalankan oleh kedua belah pihak. “Semua masalah sudah selesai sekarang tidak ada lagi masalah. Tinggal keduanya pihak harus menjalankan bersama,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya