oleh

Mediasi Temui Jalan Buntu, 2 Dokter Gugat RSMP ke PHI

PALEMBANG- Setelah semua mediasi menemui jalan buntu, Dua Orang Dokter UGD RS Muhammadiyah Palembang yang diberikan sanksi SP3 sepihak oleh pihak RSMP karena diduga melakukan tindakan penutupan sementara ruang IGD, yakni dr. Feri dan dr. Furi Sulistyawati secara resmi menggugat RS Muhammadiyah Palembang ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), selasa (27/10).

Melalui Kuasa Hukumnya Daud Dahlan SH MHum dan Dian Alam Purba SH MH mengatakan pihaknya sudah lelah melakukan perundingan dan juga mediasi dengan pihak RS Muhammadiyah Palembang terkait pencabutan SP3 dari pihak RS kepada kliennya.

“Sudah kita lakukan mediasi baik secara internal dan bahkan melibatkan pihak ketiga dari disnaker, tapi pihak RSMP tetap bersikukuh sanksi yang mereka berikan sudah benar dan tidak mau mencabut SP3 yang diberikan kepada klien kami, sebab itu kita gugat dipengadilan,” Kata Daud.

Dijelaskannya dalam gugatan tersebut pihaknya hanya meminta pihak RSMP untuk mencabut SP3 yang telah diberikan, serta mengebalikan hak-hak klien kami dapat sepenuhnya serta dipulihkan nama baiknya.

“Intinya kami minta SP3 itu dicabut karena pemberian SP 3 itu sendiri tidak ada dasar hukumnya, sebab Mereka mengacu pada tata tertib yang tidak ada pengesahan dari Disnaker, atau kalau mereka mengacu pada Muhammadiah Pusat tidak ada pengesahan dari kementrian terkait,” Jelasnya.

Terpisah Penasihat Hukum RS Muhammadiyah Palembang, Zulfikar SH MH mengatakan pihaknya masih akan melihat dipersidangan selanjutnya.

“Ya ini kan masih tahapan gugatan darinpenggugat, jadi nanti kita lihat dalam persidangan persidangan selanjutnya bagaimana,” Ujarnya.

Dalam persidangan tersebut, Hotnar Simarmata SH MH yang memimpin jalannya persidangan menunda persidangan hingga minggu depan dikarenakan penunjukan kuasa dari pihak tergugat masih belum lengkap.

“Ya saat ini bukti kuasa yang diberikan tergugat belum lengkap, sehingga yang hadir saat ini belum bisa mewakili tergugat dalam persidangan,” Katanya

“Sidang kita undur minggu depan, selain itu sembari melangkapi berkas ada baiknya waktu yang ada dimanfaatkan tergugat dan penggugat untuk kembali berunding lagi,” Imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya kedua dokter RS Muhammadiyah Palembang, dr Fery dan dr Puri diberikan SP 3 oleh pihak RSMP dikarenakan melakukan tindakan tanpa berkordinasi terlebih dahulu dengan atasan.

Keduanya dianggap bersalah dengan sengaja melakukan penutupan ruang IGD. Diketahui keduanya melakukan tindakan tersebut dikarenakan merasa terpapar virus Covid 19 dari jumlah 29 tenaga kesehatan yang dinyatakan positif.

Dalam SP3 yang diberikan RSMP kepada dr Feriyanto kepala Instalasi IGD RSMP tertulis jika melakukan pelanggaran tidak melakukan upaya apapun sewaktu petugas IGD mogok dan tidak mencegah pemasangan label tutup di pintu IGD

Sementara dr Puri dalam SP nya melanggar karena menghubungi kepala Instalasi IGD melalui WA untuk penutupan IGD dan menyuruh pelayanan IGD ditutup dan ditempeli label sehingga viral di medsos. (*)

Komentar

Berita Lainnya