oleh

Melawan, Polisi Tembak Dua Pelaku Curanmor

-Hukum-1 views

Palembang – Dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil diringkus tim Punisher Unit 4 Subdit III Ditrskrimum Polda Sumsel pimpinan Kompol Zainuri Tebas SH, Senin (12/8) sore.

Kedua kaki masing-masing tersangka terpaksa ditembak saat mencoba kabur dan melawan petugas saat diketahui memiliki dua pucuk senpi rakitan jenis revolver.
Tersangka Wani (19), warga OPI Jakabaring dan Ujang alias Halal Alam alias Halal (35), warga Desa Sungai Rotan, Gelumbang, Kabupaten Muara Enim ini selain melakukan curanmor juga sering memalak di kawasan Danau OPI Jakabaring.

“Modusnya, para pelaku melihat orang yang sering duduk di pinggir danau dan lansung meminta paksa kepada sejumlah korbannya dengan menaggunakan senpi rakitan yang mereka miliki,” ujar Kasubdit III

Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Yudhi Suhariadi SIk melalui Kompol Zainuri SH, kepada awal media, Senin (12/8) sore.
Untuk curanmor, Zainuri mengatakan kedua tersangka pernah melakukan aksinya di perumahan OPI Bougenvile, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan SU I Palembang tanggal 16 April 2019 lalu sekitar pukul 05.30 WIB.

Korbannya Bahari (39), warga Sekip Jaya, Kecamatan Kemuning, harus kehilangan sepeda motor Honda Beat termasuk STNK yang disimpan korban di box bawah jok.

“Kita berikan tindakan tegas karena kedua tersangka melakukan perlawanan saat kita mengetahui keberadaannya. Barang bukti yang kita amankan dua pucuk senpi rakitan jenis revolver dan amunisinya. Satu pucuk senpi rakitan diselipkan tersangka Wani di celananya dan satu lagi disimpan tersangka Halal di dalam tas yang dibawanya,” beber Zainuri.

Saat ini keduanya masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. “Kasusnya yang lain masih kita kembangkan. Dan saat ini keduanya kita amankan terkait kasus curanmor dan pemalakan,” ungkapnya.

Sementara itu, tersangka Wani yang meringis kesakitan mengaku baru satu kali melakukan aksinya. “Baru sekali Pak. Kalau senpi itu aku beli dari kawan aku di Bangka sehargo Rp900 ribu, belinyo sudah lamo kareno kawan tuh kepepet katik duit,” akunya.

Sedangkan tersangka Halal hanya mengaku diajak oleh tersangka Wani. “Aku cuma diajak samo Wani Pak. Kalau yang maling motor tuh aku purak-purak jadi tukang sampah di komplek itu. Motor tuh aku jual Rp2 juta,” cetusnya.(dho)

Komentar

Berita Lainnya