oleh

Melihat Al Quran Tulisan Tangan Museum Subkoss

 

SUMEKS.CO, LUBUKLINGGAU – Museum Subkoss Garuda Sriwijaya Lubuk Linggau ternyata memiliki koleksi sebuah Al Quran kuno tulisan tangan. Lalu bagaimana sejarahnya?

Sejarahwan sekaligus pengurus Museum Subkoss Garuda Sriwijaya Lubuk Linggau, Suwandi menuturkan Al-Quran ini ditulis tangan menggunakan kertas Eropa, pada abad ke 17. Tepatnya masa  Kesultanan Palembang Darussalam.

Pada masa itu pula, Masjid Agung Palembang didirikan, dan mendapatkan hibah Al Quran yang ditulis tangan. Kemudian pada 1821 Kesultanan Palembang dikuasai pemerintahan Belanda. Lima tahun memerintah atau mulai 1826 pemerintah Belanda menelusuri sungai-sungai di Sumatera Selatan. Ternyata sepanjang Sungai Musi dan anak-anak Sungai Musi sudah ada peradaban.

Kemudian pemerintah Belanda berpikir membangun Afdeeling (stingkat Kabupaten). Seiring waktu terbentuklah afdeeling pertama yakni Afdeeling Moesie Oeloe, pada tahun 1832. Dimana ibukotanya adalah Tebing Tinggi. Wilayahnya meliputi Lahat, Empat Lawang Musi Rawas, Muratara Lubuk Linggau, hingga Bengkulu.

Kemudian pemerintahan Belanda berlansung puluhan hingga ratusan tahun. Mulailai lah dibangun Onder Afdeeling (pemerintahan setingkat kecamatan). Salah satunya disiapkannya Lubuklinggau sebagai ibukota Onder Afdeeling pada tahun 1925.

Karena persiapan itulah pemerintah belanda banyak membangun infrastrukut di Lubuk Linggau, dibangun pula kantir Onder Afdeeling, (saat ini gedung museum Subkoss). Lalu dibangun pula jalur kereta api, tempat-tempat ibadah seperti  gereja, masjid dan sebagainya. Salah satu masjid yang dibangun adalah masjid Agung Lubuk Linggau (sekarang masjid Al Baar’i).

Guna melengkapi kebutuhan,  Al Quran tulisan tangan dari  Masjid Agung Palembang, dihibahkan ke Lubuk Linggau. Kemudian dengan peresmian Museum Perjuangan Subkoss Garuda Sriwijaya, 15 Januari 1988 Al-Quran itu akhimya dihibahkan ke museum sampai saat ini. Al Quran tulisan tangan itu,  panjang 32 cm, lebar 22 cm, tebalnu 8 cm.

“Tapi sayang tidak disebutkan siapa penulis Al Quran tersebut. Namun yang jelas, segi tulisan sangat rapi, bahkan hampir menyerupai Al Quran cetak,” ,” kata Suwandi.(cj17)

Komentar

Berita Lainnya