oleh

Melihat Geliat Pedagang Hewan Kurban di Masa Pandemi Covid-19

PRABUMULIH – Menjelang hari raya Idul Adha, penjual hewan kurban di kota nanas mulai bermunculan. Salah-satu yang menyita perhatian yakni penjual hewan kurban di Jalan Lingkar Timur Prabumulih, lorong pandawa yang menjual hewan kurban dengan harga “corona”. “Kita sediakan 100 ekor kambing dengan harga masing-masing Rp1,5 juta saja,” ujar Eky Suarnas Saputra, selaku penanggung jawab, Minggu (28/6/2020).

Dengan demikian, kata dia. Bagi umat muslim yang ingin berkurban namun dengan dana terbatas tetap bisa melaksanakan niatnya tersebut. “Yang tadinya harga Rp2 jutaan keatas sekarang bisa membeli hanya dengan harga Rp1,5 juta. Jadi ada subsidi bagi yang ada niat kurban dan kita tidak menghalangi mereka untuk Ibadah,” sambungnya.

Lebih lanjut dikatakan pengantin baru itu, sampai saat ini penjualan kambing kurban sudah berada diatas 50 persen. “Sekarang ini yang harga promo itu sudah lumayan banyak yang booking, tapi masih dikasih kesempatan bagi yang mau booking selama persediaan masih ada,” jelasnya.

Ditanya apakah kambing Rp1,5 juta sudah memenuhi persyaratan sebagai hewan kurban? Eky membenarkan hal itu. “Karena semua kambing kita sudah berusia diatas 1 tahun dan memenuhi persyaratan lain,” terangnya. Selain kambing, pihaknya juga menjual sapi kurban yang 40 persen diantaranya sudah dibooking oleh pembeli.

Dalam kesempatan itu pula, Eky mengaku pihaknya tentu menerapkan protokol kesehatan baik bagi calon pembeli yang datang dan juga hewan kurban. “Pembeli yang datang kita siapkan masker kalau mereka tak memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak juga. Jadi kita siap mensukseskan program pemerintah dalam penanggulangan Covid-19,” jelasnya seraya mengaku pihaknya juga menyiapkan alat pembayaran non tunai untuk mengurangi kontak fisik.

Untuk hewan kurban sendiri, sudah diperiksakan kesehatannya dan sudah mempunyai surat izin kedokteran juga surat izin dari Dinas Pertanian. “Kita disini ada 38 sapi 40 persen terjual dan 115 kambing sudah lebih dari 50 persen terjual. Alhamdulillah semuanya sudah diperiksakan kesehatannya dan insyaallah sehat,” sebutnya seraya mengaku pembeli hewan kurban miliknya selain dari Prabumulih juga ada yang berasal dari Palembang, Muara Enim, Pali dan kabupaten tetangga lain.

Disinggung apakah ada penurunan penjualan hewan kurban di masa pandemi? Eky mengaku sejauh ini trend penjualan hewan kurban masih positif. Terlebih banyak jemaah calon haji (JCH) yang gagal berangkat tahun ini justru membeli hewan kurbannya. “Karena penurunan bukan dari jumlahnya tapi cenderung dari harga sehingga kita turunkan harga nya,” tukasnya. (chy)

Komentar

Berita Lainnya