oleh

Melimpah, Batu Bara Sumsel Penuhi Kebutuhan Listrik Pulau Jawa

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumsel memaksimalkan potensi kandungan batu bara di wilayahnya yang mencapai 20 miliar ton. Salah satunya dengan membangun banyak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara. Sehingga, listrik yang dihasilkan bisa menyuplai provinsi lain yang berada di sekitar wilayah Sumsel hingga ke Pulau Jawa.

Selain itu, pemanfaatan batu bara juga bisa dimaksimalkan di dalam provinsi saja. Tidak harus mengirim ke luar provinsi ataupun luar negeri. Dengan begitu dapat mengurangi intensitas pengangkutan batu bara di berbagai moda.

Plt Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumsel, Herliansyah mengatakan, saat ini, Sumsel memiliki 6 PLTU yang beroperasi. Diantaranya, PLTU Bukit Asam sebesar 260 MW dan PLTU Simpang Belimbing 227 MW di Kabupaten Muara Enim. Lalu, PLTU Baturaja di Kabupaten OKU 20 MW. Kemudian PLTU Banjarsari 220 MW dan PLTU Keban Agung 270 MW di Kabupaten Lahat. Terakhir, PLTU Sumsel 5 sebesar 300 MW di Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin.

Total daya listrik yang dihasilkan sebesar 1.297 MW. Jumlah tersebut belum termasuk pembangkit listrik tenaga lainnya yang ada di Sumsel. Seperti Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta berbagai jenis pembangkit listrik lainnya.

“Jika ditotal, seluruh pembangkit listrik dapat menghasilkan daya hingga 2.168 MW,” kata Herliansyah saat dibincangi, Jumat (2/4).

Di sisi lain, kebutuhan listrik atau beban puncak di Sumsel hanya mencapai 36,39 persen dari total daya yang dihasilkan pembangkit. Atau hanya mencapai 789 MW. Artinya Sumsel mengalami surplus daya sebesar 1.379 MW. Kelebihan daya ini lantas disalurkan ke saluran interkoneksi yang dikirim ke sejumlah daerah di Sumatera. “Seperti di Provinsi Lampung, Jambi, Sumbar dan Sumut,” katanya.

Dijelaskan, ada sejumlah PLTU yang nantinya bakal dibangun di beberapa wilayah. Diantaranya PLTU Sumsel 8 yang saat ini progresnya telah mencapai 72 persen. Lalu, PLTU Sumsel 1 di Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim yang ditargetkan mulai komisioning tahun ini. PLTU Sumbagsel 1 yang ditargetkan mulai dibangun 2023. Kemudian, PLTU Sumsel 6 di Kabupaten Pali yang bakal mulai dibangun 2027. Ada juga PLTU Sumsel Ekspansi di Simpang Belimbing Niru Muara Enim 2023 mendatang.

“Semuanya sudah direncanakan. Kalau tidak ada halangan bakal terealisasi sesuai dengan target yang ditetapkan,” terangnya.

Jika nantinya terealisasi, PLTU yang dibangun bakal menyerap produksi batubara di Sumsel yang potensinya mencapai 20 miliar ton. Ia mencontohkan PLTU Sumsel 8 yang memiliki kapasitas 2×660 MW. PLTU tersebut bakal menyerap produksi batu bara hingga 5,4 juta ton per tahun.

Herliansyah menuturkan, semakin banyak serapan di provinsi Sumsel, maka proses pengangkutan batubara ke luar daerah juga akan berkurang. Sehingga, meminimalisir masalah yang sering timbul akibat pengangkutan batubara.

“Seperti kemacetan, pencemaran lingkungan dan lainnya. Jadi kita hanya suplai listriknya saja. Bukan batu baranya. Inilah yang ingin dimaksimalkan pak gubernur,” tukasnya. (Bim)

Komentar

Berita Lainnya