oleh

Melobi Izin dengan Vaksin, Per Klub Dijatah 45 Vaksin

JAKARTA – Selama ini, PT Liga Indonesia Baru (LIB) bersama PSSI kesulitan mendapatkan izin keramaian dari Kepolisian untuk gelar kompetisi domestik. Ini karena korps baju coklat itu belum percaya bahwa tidak akan muncul klaster baru dari sepak bola. Namun kini PT LIB memiliki optimisme bahwa izin bakal keluar.

Dirut PT LIB Ahmad Hadian Lukita meyakini vaksin bisa menjadi pelobi andal agar surat izin keramaian dari Kepolisiam keluar. Karena itu, dia kini berusaha mendata kebutuhan keseluruhan peserta kompetisi. Terutama untuk klub Liga 1 dan Liga 2.

“Izin sampai saat ini belum keluar. PSSI dan LIB selalu komunikasi dengan klub untuk mencari solusi yang tepat. Suntik vaksin mungkin bisa menjadi hal yang bisa meyakinkan polisi untuk mengeluarkan izin,” terang Hadian ketika dihubungi Sumeks. CO kemarin (19/1).

Dijelaskan Hadian, LIB butuh sekitar 1.500 vaksin untuk didistribusikan ke klub Liga 1 dan Liga 2. Sementara Liga 3, Hadian menyerahkan teknisnya ke Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI di daerah masing-masing. Ini karena klub Liga 3 tidak masuk dalam tanggung  jawab PT LIB.

“Gambaran untuk Liga 1 dan Liga 2, kami butuh sekitar 1.500 vaksin. Estimasinya masing-masing klub mendapatkan jatah 45 vaksin. Itu untuk pemain plus ofisial,” ungkapnya.

Hadian mengaku PT LIB siap menanggung biaya vaksin jika memang diharuskan melakukan pengadaan mandiri. Hanya, sampai saat ini belum tahu bujet yang harus disiapkan. Ini karena dia mengaku belum tahu harganya. Demikian juga dengan waktu yang tepat melakukan vaksinasi massal.

“Vaksin itu perlu dua kali suntik, dalam 14 hari. Sampai saat ini saya belum tahu harga vaksin yang sebenarnya. Detailnya perlu diskusi dengan pihak berwenang soal vaksin kapan waktu yang tepat diberikan,” ucapnya.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya