oleh

Memasuki Masa Panen, Sawah Petani Diserang Penyakit

MARTAPURA – Musim panen di OKU Timur diprediksi bakalan masuk pada bulan Februari akhir. Namun sejumlah permasalahan muncul. Seperti ancaman gagal panen atau fuso yang sudah mulai dirasakan petani. Akibat hama yang tidak terkendali. Dimana tanaman padi milik petani sudah menguning saat padi mulai berisi.

Musa (45) petani Padi Desa Pulau Negara menyebutkan. Kondisi tanaman padi sawah yang di alaminya saat ini sangat mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, luas sawahnya yang lebih kurang satu hektar setengah. Jika tidak ada rongrongan dari gangguan hama atau penyakit hasil panennya bisa mencapai 4 ton beras. Namun akibat adanya penyakit kuning dan kerdi. Ditambah hama tikus dan burung pemakan padi hasil panen mereka bisa anjlok. Dari perkiraan 4 ton turun menjadi dibawah 2 ton.

“Para petani disini masih bingung untuk mengatasi penyakit kerdil ini. Penyakit kerdil ini tidak mau bertumbuh kembang dan berbuah. Kalau untuk burung dan tikus masih bisa kita tangani,” kata Musa Sabtu, (09/02) saat di temui di sawah miliknya.

Hal yang sama dikatakan Deni, petani Padi Desa Banu Ayu BP Peliung. Jika tanaman padi diserang berbagai penyakit dan serangan hama. Maka hasil panen menurun bahkan terkadang hasil panen tersebut hanya balik modal. Untuk menutupi biaya pengeluaran pengolahan tanah, biaya tanam. Dan biaya pembelian pupuk dan biaya lainnya. Penyakit kuning, kerdil dan hama tikus ini menurut dia sudah seperti menjadi agenda tahunan menyerang tanaman padi. Deni menuturkan, saat ini kondisi padi sudah mulai berisi. Dan perkiraannya bulan 3 sudah masuk musim panen.

“Semoga kedepan permasalahan penyakit pada tanaman padi ini dapat diberikan solusi oleh pihak terkait lah. Sehingga permasalahan yang dialami petani padi seperti kami ini mendapatkan hasil panen yang maksimal,” ucapnya.

Sementara petani di wilayah Desa Tanjung Bulan Kecamatan Buay Madang berharap. Agar intansi terkait bisa membantu petani  ketika serangan hama secara poradis melanda tanaman mereka. Selain itu harga beras juga diharapkan bisa lebih stabil.

“Kalau ada hama, paling tidak disediakan obat-obatanlah. Agar OKU Timur bisa menjadi lumbung pangan. Tetapi kalau hanya mengandalkan petani saja tidak bisa,”kata Iwan salah satu petani di Desa Tanjung Bulan.(sal)

Komentar

Berita Lainnya