oleh

Memburu Lailatul Qodar

PALEMBANG-I’tikaf, berasal dari bahasa Arab akafa yang berarti menetap, mengurung diri atau terhalangi. Pengertiannya dalam konteks ibadah dalam Islam adalah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka untuk mencari keridhaan Allah SWT dan bermuhasabah atas perbuatan-perbuatannya, mengharapkan Lailatul Qodar.

Sejumlah warga, memadati Masjid Agung Palembang. Jemaah I’tikaf khusus mengejar di maalam-malam janjil, Waktu i’tikaf yang lebih afdhol adalah di akhir-akhir ramadhan (10 hari terakhir bulan Ramadhan). Rabu (30/5) malam ganjil ke 25.

aktifitas I’tikaf di Masjid Agung Palembang. foto : sumeks.co
aktifitas jemaah Shalat,Berdoa, saat I’tikaf di Masjid Agung Palembang. foto : sumeks.co
I’tikaf dengan membaca Al Quran di Masjid Agung Palembang. foto : sumeks.co
Seorang ayah memindahkan anaknya tidur, saat aktifitas I’tikaf di Masjid Agung Palembang. foto : M Hatta/sumeks.co
Khusus, jemaah sujud saat Sholat pada I’tikaf di Masjid Agung Palembang. foto : M Hatta/sumeks.co
Seorang jemaah sujud Sholat Sunat, saat Sholat Tahajut berjamaah saatI’tikaf di Masjid Agung Palembang. foto : M Hatta/sumeks.co
Seorang anak tidur, saat jemaah Sholat Tahajut  Berjamaah pada I’tikaf di Masjid Agung Palembang. foto : M Hatta/sumeks.co
Sholat Tahajut berjamaah saat I’tikaf di Masjid Agung Palembang. foto : M Hatta/sumeks.co

 

Tanpa bicara, jemaah Masjid Agung yang sekarang sudah berganti nama Masjid Sulthan Mahmud Badarudin, jemaah sibuk dengan aktifitasnya semata-mata untuk mendekatkan diri dan mengharapkan ridha Allah SWT seperti i’tikaf 10 hari terakhir pada bulan Ramadan. Sementara i’tikaf wajib adalah i’tikaf yang dikarenakan bernazar (janji). Selain memperoleh pahala, itikaf juga menciptakan suasana hati yang tenang dan nyaman.(att)

 

Komentar

Berita Lainnya