oleh

Mencari Jarum dalam Tumpukan Jerami

-Sumsel-119 views

Pakaian Korban di Pelataran Merapi

PAGARALAM – Ibarat mencari jarum dalam tumpukan jerami. Mungkin inilah yang dirasakan tim SAR gabungan ketika mencari Fikri (19) dan Jumadi (26).  Hingga kemarin (23/11), tim masih kesulitan mendeteksi keberadaan dua korban itu di puncak Dempo. Dua pendaki asal Bungo Jambi itu pun masih dinyatakan hilang.

Satu-satunya petunjuk yang mengarah kepada korban adalah pakaian yang tergeletak di pelataran puncak Merapi. Pakaian berupa celana pendek, kaos dan celana dalam serta sendal gunung ini diduga milik Fikri ini, ditemukan dalam keadaan basah.

Koordinator SAR Pagaralam Lettu (SAR) Alparis ZM SSos mengatakan, lokasi persis dua korban di puncak Dempo masih belum bisa dipastikan. Inilah lanjut Alpariz yang membuat tim kesulitan melakukan operasi. “Ini ibarat sedang  mencari jarum di dalam tumpukan jerami,” ujarnya ketika ditemui di posko Tugu Rimau.

Lokasi korban yang belum pasti diakui Akbar, seorang relawan memang menyulitkan tim SAR gabungan ketika melakukan pencarian. Kondisi ini kata dia, berbeda dengan operasi-operasi SAR sebelumnya yang lokasi korbannya sudah jelas. “Kalau lokasi korban jelas, kita bisa fokus,” ujarnya.

Meski lokasi belum jelas benar, Alparis menyatakan pihaknya tetap melaksanakan operasi SAR. Ini sesuai petunjuk awal bahwa korban mendaki puan Dempo. Hingga kemarin, ada tiga tim SAR gabungan yang telah diterjunkan ke puncak Dempo. Totalnya mencapai 30-an orang lebih. Mereka ujar Alparis, melakukan operasi dengan teknik penyisiran. “Jalur dan pelataran Merapi disisir semua. Kalau korbannya ada pasti ketemu,” ucapnya.

Satu-satunya petunjuk yang didapat, lanjut Alparis adalah pakaian yang tergeletak di pelataran Merapi Dempo. Pakaian ini ditemukan tim SAR pertama yang diterjunkan ke puncak Dempo. Pakaian ini diduga adalah milik Fikri. “Ibu korban membenarkan bahwa pakaian itu mirip dengan milik anaknya,” ujar Alparis.

Hasnah (45), membenarkan bila pakaian yang ditemukan tim SAR gabungan itu milik anaknya. Ketika ditemui di kawasan Tugu Rimau kemarin, bilang bila pakaian itu memang identik dengan kepunyaan anaknya. “Saya hafal dengan pakaian anak saya,” ujarnya.

Meski pakaiannya sudah ketemu, Alparis tak mau berandai-andai mengenai kondisi korban sekarang. Kondisi korban katanya, baru bisa dipastikan bila sudah ditemukan oleh tim. “Operasi SAR akan tetap kita lanjutkan sampai tujuh hari,” ucapnya. (ald)

Komentar

Berita Lainnya