oleh

Mencari Modal Tambahan di Malang

JAKARTA – Palembang Bank SumselBabel (BSB) gagal sapu bersih putaran pertama final four Prioliga 2018/2019. Di pertandingan terakhir, mereka takluk 2-3 (25-15, 23-25, 29-31, 25-15, 14-16) kepada Jakarta BNI 46. Di GOR Joyoboyo, Kediri, Jawa Timur, Minggu malam (10/2). Mental bertanding disebut sebagai penyebab kekalahan tim berjuluk Bayi Ajaib.

Padahal, Bank SumselBabel sebelumnya berhasil mengalahkan juara bertahan Samator 3-1. Dan menaklukkan Pertamina dengan 3-0. “Kalau sudah dua sama, tentu siapa yang punya mental kuat ya itu yang menang. Kami sudah berusaha ya. Jadi kalau ketinggalan tipis gitu yang penting kita sudah berjuang. Setidaknya sudah punya nilai satu,” ungkap pelatih Palembang BSB Pascal Wilmar usai pertandingan.

Palembang BSB membuka pertandingan dengan manis. Mereka langsung menekan dan membuat permainan Jakarta BNI 46 tidak berkembang. Sehingga set pertama dimenangkan dengan mudah 25-15. Memasuki set kedua, Jakarta BNI 46 melakukan perlawanan. Mereka leading poin sampai mampu dikemas Palembang BSB pada skor 22-22 dan 23-23. Namun Jakarta BNI 46 mampu kunci kemenyan dengan skor 25-23.

Palembang BSB sempat bangkit di set ketiga. Bahkan sampai memaksakan deuce. Namun perlawanan Bayi Ajaib dipatahkan Jakarta BNI 46 dengan skor 31-29. Di set keempat, Palembang BSB kembali menemukan ritme permainan sehingga unggul 25-15. Namun saat set penentuan, permainan tidak stabil. Situasi ini dimanfaatkan Jakarta BNI 46 mengunci kemenangan 16-14.

“Kita juga sebenarnya ingin sapu bersih tapi ya apa boleh buat hasilnya seperti ini. Dengan modal dua kemenangan ditambah poin satu. Kalau kita menang dua kali di Malang ya aman, kalau menang tiga kali hitung poin. Saya yakin angka kita tinggi. Kita optimis untuk di Malang. Dan sangat puas pertandingan di Kediri karena kita juga kalahnya 2-3,” ujar Pascal.
Di Malang, semua tim akan kembali ketemu pada 15-17 Februari di GOR Ken Arok. Pertandingan di Malang bakal menentukan siapa yang layak ke final. Bagi Jakarta BNI 46, kemenangan atas Palembang BSB membuat mereka sapu bersih di Kediri. Hanya, kemenangan dari Palembang BSB terasa istimewa. Karena Samsul Jais yang melatih Jakarta BNI 46 bisa mengalahkan mantan klubnya. Meski dengan susah payah. “3-2 itu kemenangan psikologis, karena yang menentukan itu fisik. Ketika fisik bagus tentu mental naik. Kalau fisik bagus bagaimana pasti emosional. Mereka kemarin main jump serve gila-gilaan. Tapi sekarang kita ajak bermain reli dan menang. Sesungguhnya pertandingan berat itu diputaran kedua dan final four. Dan ini tiga hari berturut-turut,” ungkap Pelatih BNI 46 Samsul Jais, usai pertandingan.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya