oleh

Mencekam! Bokong Kapolsek Pelepat Jambi Ditikam Ibu-Ibu

JAMBI- Upaya Polres Bungo dalam rangka menertibkan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang menggunakan alat berat di Dusun Batu Kerbau, Kecamatan Pelepat yang selama ini meresahkan masyarakat mendapat perlawanan.

Tepatnya pada hari Minggu tanggal 10 Mei 2020 sekira pukul 09.00 Wib personil gabungan Polres Bungo dan TNI yang langsung dipimpin oleh Kapolres Bungo AKBP Trisaksono, kembali melakukan Penyelidikan terhadap pelaku PETI di Desa Batu Kerbau Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo provinsi Jambi.

Dikatakan Kapolres, dikarenakan jalan menuju lokasi PETI tidak bisa dilalui oleh Kendaraan, selanjutnya Personil terbagi dua (2).

Team 1 bersama Kapolres sampai di Mess PT. PML, sedangkan team 2 yang di pimpin oleh Kapolsek Pelepat AKP Suhendri dan Kanit Tipiter Ipda Kurniadi melanjutkan Perjalanan menuju Lokasi PETI, dilansir kongkrit.com

Selanjutnya team yang dipimpin oleh Kapolsek Pelepat dan Kanit Tipiter Polres Bungo berhasil mengamankan 1 orang pelaku PETI dan monitor alat berat eksavator, selanjutnya akan dibawa menuju Mapolres Bungo.

Namun diperjalanan team 2 di hadang oleh masyarakat Desa Batu Kerbau (Simpang Belukar Panjang) mayoritas terdiri dari Ibu-ibu dengan menggunakan senjata tajam (Sajam)

Pada saat itu Kapolsek Pelepat langsung memberikan pemahaman untuk meredam massa dan pada saat itu massa langsung menyerang Kapolsek Pelepat sehingga Kapolsek Pelepat mengalami Luka Tusuk pada pantat sebelah kiri dengan 4(empat) jahitan saat itu juga Kapolsek Pelepat langsung dievakuasi menuju klinik PT.PML.

Sementara Kanit tipiter beserta Anggota masih berada dilokasi tersebut serta Ranmor yang di gunakan Personil Polres Bungo dirusak massa. Dikarenakan kondisi tidak memungkinkan, orang yang diamankan dilepaskan kembali.

Sekira pukul 24.00 Wib, personil Polres Bungo dipimpin langsung Kapolres Bungo AKBP Trisaksono beserta Personel Kodim 0416/Bute dipimpin oleh Dandim Letkol Inf Widi Rahman menuju lokasi untuk evakuasi Personil yang di sandera dalam keadaan sehat dan selamat.

Kemudian masyarakat yang berkumpul saat itu sudah dapat bubarkan.

Dari awal bertugas di Bungo ini saya sudah berkomitmen akan memberantas segala bentuk pelanggaran, kami sudah mengantongi identitas para pelaku penambangan ini, baik pemilik alat, pekerja dan penggerak massa pada saat kejadian.

“Oleh karena itu saya minta kepada mereka yang terlibat agar menyerahkan diri, untuk menghindari hal hal yang tidak kita inginkan,” tegas Kapolres, Senin (11/05/2020).

(dhe/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya