oleh

Mendadak Alih Profesi, Tunggu Musim Tanam

PALI – Tingginya curah hujan yang yang mengakibatkan meluapnya sungai Lematang, membuat sejumlah petani di Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terpaksa harus alih profesi menjadi pencari ikan.

Sepwrti halnya, warga di Desa Raja Induk, Kecamatan Tanah Abang, yang beramai-ramai memamfaatkan air yang sedang pasang untuk membentangkan tangkul, agar bisa menangkap ikan-ikan yang sedang mudik ke bagian hulu air.

Seperti yang dilakukan Kolian (49), warga Desa Raja Induk yang sudah sepekan terakhir mencari ikan dengan menangkul di sekitaran aliran anak sungai yang meluap di sekitaran persawahan milik warta.

“Kalau musim penghujan seperti ini mau bercocok tanam agak sulit, karena air sungai selalu meluap, meskipun disini tidah hujan kalau di hulu hujan air juga akan tetap pasang. Biasanya, bulan Maret kita mulai menanam padi disini,” jelasnya.

Dijelaskanya, hasil penjualan ikan langsung dibeli oleh para warga dan untuk hasil yang diperoleh, cukup menjanjikan karena bisa mencapai 30 kilogram hingga 40 kilogram setiap harinya dari seluruh jenis ikan.

“Kalau kami menyebutnya ikan mudik, dan itu terjadi disetiap air sungai mulai pasang. Kalau untuk penjualannya perkilogramnya kita jual dengan harga Rp15 ribu rata-ratanya,” jelasnya.

Sama halnya terjadi, di Desa Karang Agung, Kecamatan Abab yang memamfatkan air yang pasang diareal peraawahan untuk menangkap ikan. “Memang sudah bisa pak, Kalau musim hujan seperti ini kita pilih untuk tangkap ikan dulu,” singkat Anto.(ebi)

Komentar

Berita Lainnya