oleh

Mendag: Pentingnya Literasi Memahami Ukuran, Takaran dan Timbangan

SUMEKS.CO- Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, literasi seperti memahami ukuran, takaran dan timbangan sangat penting bagi masyarakat dan pelaku usaha. Sebab, dalam transaksi perdagangan, sering kali hanya memperhatikan harga, ketersediaan stok, dan persoalan distribusi.

“Padahal, ada hal lain juga yang kita perlu perhatikan yaitu ketepatan ukuran, takaran dan timbangan,” ujarnya dalam webinar bertema Melek Metrologi: Pedagang Patuh Konsumen Terlindungi, Selasa (21/9).

Menurutnya, penggunaan alat ukur dalam transaksi perdagangan sangat bervariasi, mulai dari penggunaan alat ukur di Pasar Rakyat hingga alat ukur yang digunakan dalam perdagangan internasional terkait dengan ekspor dan impor sebagai bagian dari pengamanan perdagangan.

Oleh karena itu, Pemerintah memiliki kebijakan metrologi legal untuk mengendalikan dan memastikan bahwa alat ukur, alat takar, dan alat timbang yang digunakan dalam aktivitas perdagangan sudah sesuai dengan ketentuan dan tidak ada penyimpangan sehingga tidak ada yang dirugikan, baik pelaku usaha maupun konsumen.

Lutfi memaparkan, setidaknya terdapat 3 pengendalian yang dilakukan oleh Pemerintah berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal dan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Pertama, persetujuan tipe yang dilakukan untuk memastikan bahwa alat ukur yang akan masuk ke wilayah Republik Indonesia atau diproduksi di dalam negeri sesuai dengan persyaratan teknis yang mengacu pada rekomendasi internasional atau standar nasional terkait faktor Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan (K3), faktor lingkungan, faktor pengamanan terhadap aspek kecurangan, dan lain-lain.

Komentar

Berita Lainnya