oleh

Mendagri: 160 Kabupaten Zona Merah

SUMEKS.CO-Pemerintah menyebut ada 160 kabupaten yang masuk dalam zona merah permasalahan stunting. Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta penanganan kekerdilan ini bisa diselesesaikan secara regional.

Ma’ruf mengatakan, pihaknya sudah pernah membahas hal tersebut. “Pernah rapat bersama, mengkoordinasikan harus dilakukan kerja sama. Penanganan itu kita akan pada regionalisasi,” kata Ma’ruf di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (5/2).

Dia menyebut tingkat stunting di 160 kabupaten tersebut terbilang cukup tinggi. PIhaknya akan mengkoordinasikan penanganan stunting di sejumlah daerah tersebut dengan berbagai lembaga terkait.

Soal pembagian wilayah, akan dilakukan per regional atau provinsi. “Nanti kita bicarakan siapa leading sector-nya. Apa yang ditangani, caranya bagaimana, dan kemudian target-targetnya. Karena masih ada yang tinggi. Ada yang masih 40 persen, ada yang 39 persen, ada yang 32 persen. Di daerah itu masih di atas nasional. Nasional kan 27. Karena itu kita akan lakukan langkah-langkah koordinasi dan kerja yang lebih terarah secara regional,” paparnya.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menegaskan, pemerintah bakal segera membentuk tim terpadu untuk menangani kasus tersebut. “Nah, 160 ini harus ditangani ramai-ramai. Kita melakukan kegiatan terpadu, konvergensi. Mungkin dibagi dari 160 ini 16 regional. Kemudian tiap-tiap regional ini ditangani satu tim. Berarti ada 10 tim terpadu,” ujar Tito di Jakarta, Rabu (5/2).

Sejumlah stakeholder akan dilibatkan dalam penanganan kasus stunting itu bekerja sama dengan pemerintah setempat. “Kemudian melibatkan kementerian dan lembaga. siapa berbuat apa, siapa ketua timnya dan kemudian melibatkan pemerintah daerah juga,” jelas Mantan Kapolri ini.

Dijelaskan, 160 kabupaten yang masuk zona merah kasus stunting akan menjadi prioritas penanganan. Daerah-daerah tersebut menyumbang cukup besar persentase stunting di Indonesia. Hanya saja, Tito tak merinci kabupaten mana saja yang masuk dalam 160 daerah darurat stunting tersebut. (khf/fin/rh)

Komentar

Berita Lainnya