oleh

Menerangi Pulau Bangka Dari Sumatera

SUMEKS.CO – Bangka merupakan pulau wisata yang berkembang pesat. Keelokan pantai dan keindahan alamnya adalah pesona dan magnet bagi para wisatawan.

Selain itu industri dan bisnis pun menggeliat di kawasan ini. Hal ini diantaranya ditandai dengan permintaan listrik yang terus meningkat. Pada awal tahun ini beban puncak (BP) listrik pulau Bangka sebesar 156 Mega Watt (MW) dan di bulan Agustus kemarin naik menjadi 182 MW. Hal ini belum termasuk tambahan permintaan sambungan listrik dari pelaku industri dan masyarakat sebesar 45 MW yang masih menunggu karena keterbatasan pasokan listrik di pulau itu.

Perkembangan pulau ini harus didukung dengan ketersediaan listrik yang cukup, handal dan terjamin. Selama ini operasi kelistrikan di Bangka dilakukan secara isolated, terpisah dari sistem kelistrikan daratan Sumatera yang sudah tersambung menjadi satu (interkoneksi).

Bangka masih membangkitkan energi listriknya sendiri, mentransmisikan dan mendistribusikan sendiri ke pelanggan di pulau yang indah itu. Sementara pulau Sumatera yang besar ini, secara operasi kelistrikan telah tersambung menjadi satu sistem interkoneksi Sumatera melalui jalur “Tol Listrik” , yaitu jaringan transmisi tegangan ekstra tinggi 275 kilo Volt (kV) sehingga secara ketersediaan, kehandalan dan mutu pasokan listrik terbilang lebih bagus dari sistem kelistrikan yang masih isolated.

Secara operasi kelistrikan, akan diperoleh banyak manfaat jika antar daerah dihubungkan dengan jaringan transmisi listrik. Dengan demikian antar wilayah bisa saling suplai sesuai kebutuhan. Energi listrik yang dihasilkan dari pusat pembangkit bisa dikirim ke pusat-pusat beban sesuai permintaan. Akan diperoleh tingkat kehandalan dan mutu tegangan pasokan listrik yang lebih terjamin, serta efisiensi biaya pokok penyediaan karena PLN bisa mengoptimalkan penggunaan pembangkit berbahan bakar murah.

Bertolak dari hal tersebut PLN berniat menyambungkan pulau Sumatera dan pulau Bangka secara kelistrikan. Kebutuhan listrik pulau Bangka sebagian akan disuplai dari pulau Sumatera yang secara pasokan sangat cukup. Niat itu telah mulai dijalankan dan saat ini sedang dibangun jaringan Transmisi Tegangan Tinggi dan kabel laut Sumatera – Bangka 150 kV atau disebut Under Sea Cable (USC). Landing point pulau Sumatera ada di Tanjung Carat dan landing point pulau Bangka ada di Muntok. Kabel transmisi ini akan melalui laut selat Bangka sepanjang 36 km.

Pekerjaan pembangunan jaringan transmisi 150 kV Sumatera – Bangka dilakukan tidak hanya dengan kabel laut, namun juga pembangunan jaringan tegangan tinggi melalui Tower Transmisi SUTET 150 kV.

Meski di tengah pandemi covid, proyek tetap berjalan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin tinggi.

Untuk memastikan pekerjaan ini berjalan lancar, pada hari Selasa 21 September 2021 kemarin dua Direktur PLN melihat langsung pekerjaan penggelaran kabel laut Sumatera – Bangka di tengah Selat Bangka. Direktur Mega Proyek dan EBT Wiluyo Kusdwiharto dan Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan Bob Saril menaiki kapal Nostag 10 yang sedang menggelar kabel di tengah laut. Hal ini karena PLN ingin dua pulau ini segera tersambung kabel listrik sehingga pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha di Bangka semakin prima.

Setelah melihat dan berdiskusi dengan PLN unit pembangunan dan kontraktor pelaksana, Wiluyo menyampaikan target operasi (energize) sistem interkoneksi Sumatera – Bangka adalah bulan Desember 2021. Namun jika bisa lebih cepat akan lebih baik lagi.

“Interkoneksi 150 kV ini merupakan infrastruktur vital yang ditunggu-tunggu khususnya bagi masyarakat di Bangka. Karena sudah banyak industri, terutama perikanan dan tambak udang yang sudah menunggu untuk jadi pelanggan PLN.

Kehandalan pasokan listrik akan semakin baik. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung interkoneksi sumatera Bangka ini. ”kata Wiluyo dalam wawancara setelah melakukan peninjauan. Sementara itu, Bob Saril juga sangat mengharapkan agar interkoneksi Sumatera – Bangka segera terwujud.

“Kami mohon dukungan dari semua lini PLN dalam mengejar target penyelesaian sistem interkoneksi ini sehingga dapat mendukung kinerja PLN baik dari sisi operasional serta penjualan” ungkap Bob pada kesempatan terpisah.(*)

Komentar

Berita Lainnya