oleh

Mengamuk Dan Bawa Sajam Untuk Aniaya Ayah Kandung, Syukri Terancam 12 Tahun Bui

Sumeks.co,- Apa yang dilakukan oleh terdakwa M. Syukri warga Jalan KH Azhari Lorong Kencana kelurahan 13 Ulu kecamatan SU II Palembang ini sungguh tidak terpuji. Pasalnya dibawah pengaruh minuman keras dirinya mengamuk dan mengancam akan menganiaya ayah kandung sendiri.

Hal itu diketahui saat dirinya menjadi terdakwa dihadapan majelis hakim PN Palembang diketuai Abu Hanifah SH MH, melalui sidang virtual Kamis (19/11) dengan agenda sidang pembacaan dakwaan sekaligus memghadirkan saksi petugas kepolisian yang menangkap terdakwa.

Dalam dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang Isnaini SH menyebutkan bahwa M. Syukri yang kesehariannya bekerja sebagai buruh harian ini ditangkap oleh petugas kepolisian pada September 2020 silam.

“Saat itu tim buser Polsek SU II Palembang sedang melakukan patroli melihat terdakwa sedang melempar barang-barang yang berada di dalam rumahnya, dan langsung mengamankan terdakwa”. Ujar Jaksa bacakan dakwaan.

Saat dilakukan penggeledahan, kata Jaksa, ditemukanlah barang bukti sebilah senjata tajam (sajam) penikam yang diselipkan terdakwa dipinggang bagian sebelah kanan terdakwa.

Ketika ditanya hakim ketua tentang perihal tentang mengamuknya terdakwa serta untuk apa sajam itu digunakan, terdakwa hanya menjawab masalah keluarga dan dibawah pengaruh minuman alkohol berniat mencelakai ayah kandungnya sendiri.

“Saya tidak terlalu ingat pak karena saat itu saya lagi mabuk dan sajam itu untuk melukai ayah pak”. Ungkap terdakwa.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh saksi Polisi yang menangkap terdakwa bernama Ikhsan yang dihadirkan oleh JPU yang saat terdakwa diinterogasi mengakui perbuatan itu.

“Dia ini pas kami lewat, dalam posisi mabuk mengamuk didalam rumah dan saat kami amankan didapati sebilah sajam dalam keterangannya sajam itu digunakan untuk melukai ayah kandungnya”. Kata saksi.

Atas perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 2 ayat (1) Undang-Undang No.12 Tahun 1951 terancam pidana maksimal 12 tahun penjara. (Fdl)

Komentar

Berita Lainnya