oleh

Mengapresiasi Penegakan Hukum Kejahatan Narkotika Oleh Kepolisian Daerah Sumatera Selatan

Oleh : KOMPOL. SURYADI, SIK, M.H.

(Serdik Sespimmen Dikreg Ke – 61 Tahun 2021)

Dalam beberapa waktu terakhir, rasanya tidak terlalu berlebihan untuk memberikan apresiasi khusus dan tersendiri kepada jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melalui unit tekhnis terkait di berbagai wilayah kerja, yang secara nyata dan konsisten melaksanakan giat penegakan hukum kejahatan narkotika di berbagai wilayah Sumatera Selatan.

KOMITMEN (INTERNAL) POLRI

Keseriusan, keberanian serta komitmen yang nyata tidak hanya ditunjukan dari banyaknya ekspose perkara narkotika yang digelar (dalam domain eksternal), namun hal tersebut juga dapat dilihat dari domain internal, dimana tidak ada toleransi atau ‘pandang bulu’ terhadap jajaran internal kepolisian itu sendiri yang memang terlibat dan terbukti di dalam penyalahgunaan narkotika.

Dalam hal ini Kepolisian Daerah Sumatera Selatan, memberikan attensi dan perhatian khusus terhadap agenda pemberantasan narkotika di internal Kepolisian, dapat dilihat pada Jum’at (29/01/2021) Kapolda Sumsel, Irjen. Pol. Eko Indra Heri, secara langsung memimpin upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap 14 orang anggota Polri di wilayah Sumatera Selatan yang dipecat/diberhentikan dikarenakan terlibat kasus narkotika.

Hal tersebut tentu dapat dilihat sebagai realisasi komitmen polri dalam arti ketegasan serta konsistensi dalam memberikan sanksi hukuman bagi para pelanggar (kedisplinan maupun kode etik polri) di internal kepolisian yang terlibat narkotika, zero toleransi ataupun pengecualian yang permisif. Lalu, sebagai wujud program inovatif Kapolda Sumsel, Irjen. Pol. Eko Indra Heri, bagi para pelanggar tersebut sebelumnya juga telah mengikuti program Mang PeDeKa Jero.

DATA & FAKTA

Lebih lanjut, dalam domain umum/eksternal tidak berlebihan tentu jikalau apresiasi yang diberikan dilihat dari tolak ukur release perkara narkotika yang dapat diselesaikan melalui proses penegakan hukum (pro justitia).

Dapat dilihat pada awal tahun Januari 2021, Polda Sumsel berhasil mengungkap 25 kasus narkotika, dengan 33 tersangka, yang terdiri dari 29 merupakan pengedar, dan 4 lainnya merupakan pemakai, dengan barang bukti 323,37 gram jenis sabu, 814 gram jenis ganja dan 24,5 jenis pil ekstasi, hal mana yang jikalau diakumulasi telah menyelamatkan 6.594 anak bangsa dari penyalahgunaan narkotika. (diakses dari release sumeks.co)

Kemudian selanjutnya pada pekan pertama Februari 2021, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, juga telah berhasil mengungkap puluhan kasus narkotika yang terdiri dari 49 tersangka dengan kualifikasi 41 pengedar dan 8 pemakai. Dan adapun barang bukti yang disita, yakni 452,31 gram jenis sabu, 3.219 gram jenis ganja dan 157 butir pil ekstasi. (diakses dari release inewssumsel.id)

Lalu, Polda Sumatera Selatan selama pekan ke – empat pada Maret 2021, juga berhasil menangkap 35 pengedar narkotika di sejumlah Kabupaten/Kota wilayah sumatera selatan, dengan barang bukti berupa 1.349 Kg jenis sabu – sabu, 1.119 Kg jenis ganja dan 39.5 butir pil ekstasi. Dan apabila diakumulasi dengan digagalkannya peredaran barang terlarang tersebut, berarti telah menyelamatkan 13.771 anak bangsa dari penyalahgunaan narkotika. (diakses dari release antara news.com)

Dan adapun salah satu titik klimaks penegakan hukum kejahatan narkotika yang dilakukan oleh Kepolisian Daerah Sumatera Selatan ialah ketika melakukan penggerebekan kampung narkoba di kawasan endemik narkoba di daerah kawasan tangga buntung, kecamatan ilir barat II, kota Palembang pada Minggu (11/04/2021).

Tentu, berbagai realitas data dan fakta tersebut hanya mengambarkan sebagian keberhasilan yang nyata dari komitmen polri atau dalam hal ini Kepolisian Daerah Sumatera Selatan dalam menanggulangi peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Selebihnya, tentu dapat dilihat dari optimalisasi peran polri yang sebagaimana termaktub dalam UU Kepolisian (Pasal 2 UU No. 2 Tahun 2002), bahwa fungsi kepolisian adalah salah satu fungsi pemerintahan negara di bidang pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Dan terkait tugas, fungsi dan peran polri baik dalam konteks security and public order maintenance maupun dalam hal law enforcement serta perlindungan, pengayoman & pelayanan kepada masyarakat, menempatkan ruang/domain tersendiri bagi penanggulangan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Kejahatan narkotika tentu merupakan salah satu bentuk gangguan keamanan tersendiri yang semakin memprihatinkan, tidak saja merusak sendi tatanan kehidupan sosial/ekonomi dan aspek kesehatan, namun juga tentunya akan sangat dekonstruktif bagi kehidupan generasi mendatang (baik dari aspek moral dan budaya).

Hal mana tentunya kejahatan narkotika dari sudut pandang kriminogen, dapatlah dipandang sebagai sebuah fenomena yang cukup meresahkan di masyarakat, bersifat kompleks, massive serta terorganisir.

Komentar

Berita Lainnya