oleh

Mengejutkan! di Kelurahan Padang Temu Pagaralam Terjadi Pengurangan Data 1900 Jiwa

PAGARALAM – Di hari terakhir pelaksanaan sensus penduduk dengan menyambangi kediaman Rumah Dinas (Rumdin) Walikota Pagaralam Alpian Maskoni SH, beralamat di kawasan Komplek Perkantoran Gunung Gare Kota Pagaralam, kemarin.

Kedatangan Kepala BPS Kota Pagaralam, Dedi Fahlevi Msi  beserta jajaran ini disambut langsung Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni SH. Kemudian Kepala BPS Kota Pagaralam pun menjelaskan secara gamblang mengenai hasil pelaksanaan giat sensus penduduk yang telah selesai dilakukan oleh petugas sensus di Kota Pagaralam.

“Seluruh petugas sensus sudah selesai melukan pendataan, yang dilakukan secara door to door di wilayah tugas masing-masing yang tersebar di seluruh kecamatan dan kelurahan se-Kota Pagaralam,” ucap Dedi.

Pada pelaksanaan pendataan sensus penduduk, petugas mengidentifikasi secara jelas penduduk di wilayah Pagaralam. Serta mendata penduduk yang tertinggal, karena tidak ditemui saat petugas turun ke lapangan. Karena diketahui seiring dengan musim panen yang ada di Kota Pagaralam saat ini masih ada penduduk yang bermalam di kebun.

“Diharapkan hasil dari sensus penduduk, benar-benar dapat menentukan jumlah penduduk Kota Pagaralam yang akurat, kondusif sampai September 2020, sehingga tidak ada lagi kesimpangsiuran data kependudukan di Pagaralam,” imbuhnya.

Karena Covid-19 banyak anggaran yang hilang, sebut Dedi. Sehingga pendataan yang dilakukan secara minimalis, mulai dari jenis kelamin, keberadaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nama lengkap, yang semuanya harus disingkronkan dengan data dari Disdukcapil Pagaralam.

“Berdasarkan temuan di lapangan, ada beberapa hal yang unik ditemukan, seperti hal di Kelurahan Padang Temu, Kecamatan Dempo Tengah, merujuk pada data Disdukcapil Pagaralam ada 4.500 jiwa, ternyata hasil dari petugas sensus yang melakukan pendataan door to door ke lapangan, terjadi pengurangan menjadi 2.600 jiwa,” ungkapnya.

Lebih jauh Dedi menyebut, bahwa begitu di cek kepada petugas dan operator secara cermat, penurunan ini terjadi karena adanya penduduk yang pindah, untuk lebih memastikan lagi warga yang bersangkutan pun di telepon.

“Tidak hanya di Kelurahan Padang Temu, Kecamatan Dempo Utara, hal serupa juga kita temukan di Kecamatan Dempo Utara, akan tetapi penurunannya tidak signifikan. Biar tidak ada satu pun pendataan penduduk Pagaralam yang terlewatkan. Selanjutnya, kita akan melakukan penyisiran, kita berharap di September 2020 ini, seluruh penduduk di Pagaralam bisa terdata,” harapnya.

Menanggapi hal ini, Walikota Pagaralam Alpian Maskoni SH mengucapkan, terimakasih kepada BPS yang sudah menyelesaikan pendataan penduduk di Kota Pagaralam, beberapa catatan yang disampaikan BPS Kota Pagaralam akan ditindaklanjuti.

“Kita ucapkan terimakasih sebesar-besarnya, atas kerja keras para petugas sensus dan partisipasi aktif warga Kota Pagaralam, dalam mensukseskan pelaksanaan sensus penduduk 2020 di Kota Pagaralam, semoga data kependudukan hasil sensus penduduk tahun 2020, dapat menjadi sarana untuk mewujudkan satu data kependudukan Kota Pagaralam. Dan dapat pula digunakan untuk berbagai keperluan pembangunan di Kota Pagaralam,” harapnya. (ald)

 

Komentar

Berita Lainnya