oleh

Mengenal HMAS Canberra, Kapal Induk Australia yang Sedang Bersandar di Jakarta

-Headline-479 views

Kapal perang Angkatan Laut Australia HMAS Canberra (LHD-02) sudah bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, sejak Sabtu (18/5). Kapal itu menyambangi Indonesia dalam misi memperdalam kerja sama Australia dengan pasukan keamanan kawasan.

Diberitakan Kantor Berita Politik RMOL, HMAS Canberra merupakan kapal perang terbesar yang dimiliki Australia hingga saat ini.

Bahkan, saking besarnya, ukurannya hampir tidak muat saat akan bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

HMAS Canberra adalah kapal utama dari dua kapal Canberra Amphibious Assault Ships yang dikenal sebagai Landing Helicopter Dock (LHD). Berdasarkan desain Buque de Proyección Estratégica (Kapal Proyeksi Strategis) oleh pembuat kapal Spanyol Navantia.

Kapal tersebut mampu memuat helikopter atau pesawat tempur berkemampuan lepas-landas dan mendarat secara vertikal alias VTOL.

Di dalam daftar arsenal NATO, pesawat tempur yang memiliki kemampuan mendarat vertikal itu di antaranya adalah British Aerospace Harrier II atau McDonnel Douglas AV-8B Harrier II atau Lockheed Martin F-35B Lighting II.

Kapal perang ini berukuran panjang 230,85 meter dan tinggi 32 meter serta bobot sarat 33.000 ton. Desainnya menganut sistem mono hull baja konvensional yang digunakan dengan struktur atas yang terletak di sisi kanan geladak penerbangan. Kapal ini dirancang dengan rancangan dangkal yang memungkinkan untuk beroperasi di pelabuhan dan pelabuhan sekunder serta manuver di perairan dangkal yang umum di wilayah pesisir.

HMAS Canberra dapat melakukan operasi amfibi dan mendaratkan kekuatan lebih dari 1.000 personel yang berangkat bersama dengan semua senjata, amunisi dan kendaraan tempur.

Kapal itu ditugaskan dan bergabung dengan armada Angkatan Laut Australia dalam upacara resmi di Armada Pangkalan Timur, Sydney pada tanggal 28 November 2014. Pada bulan Maret 2015, HMAS Canberra secara resmi ditunjuk oleh pemerintah sebagai kapal induk Angkatan Laut Australia.

Dalam informasi yang dihimpun, kapal ini termasuk dalam Gugus Tugas Gabungan Indo-Pacific 2019 dan sebelumnya telah berlabuh di India, Sri Lanka, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Sesudah Jakarta, mereka akan kembali ke kota pangkalannya di Sydney.

Dalam sambutannya, Kepala Staf Angkatan Laut Australia Laksamana Madya Michael Noonan menyatakan kegembiraannya atas sambutan hangat dari sejawatnya di TNI AL.

“Indonesia dan Australia merupakan mitra yang telah lama bersahabat dan kedua militer tidak pernah berhenti untuk meningkatkan kualitas persahabatan ini dalam berbagai aspek,” katanya.

Dilansir dari situs resmi Angkatan Laut Australia, HMAS Canberra merupakan kapal perang terbesar yang dimiliki Australia hingga saat ini.

Bahkan, saking besarnya, ukurannya hampir tidak muat saat akan bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

HMAS Canberra adalah kapal utama dari dua kapal Canberra Amphibious Assault Ships yang dikenal sebagai Landing Helicopter Dock (LHD). Berdasarkan desain Buque de Proyección Estratégica (Kapal Proyeksi Strategis) oleh pembuat kapal Spanyol Navantia.

Kapal tersebut mampu memuat helikopter atau pesawat tempur berkemampuan lepas-landas dan mendarat secara vertikal alias VTOL.

Di dalam daftar arsenal NATO, pesawat tempur yang memiliki kemampuan mendarat vertikal itu di antaranya adalah British Aerospace Harrier II atau McDonnel Douglas AV-8B Harrier II atau Lockheed Martin F-35B Lighting II.

Kapal perang ini berukuran panjang 230,85 meter dan tinggi 32 meter serta bobot sarat 33.000 ton. Desainnya menganut sistem mono hull baja konvensional yang digunakan dengan struktur atas yang terletak di sisi kanan geladak penerbangan. Kapal ini dirancang dengan rancangan dangkal yang memungkinkan untuk beroperasi di pelabuhan dan pelabuhan sekunder serta manuver di perairan dangkal yang umum di wilayah pesisir.

HMAS Canberra dapat melakukan operasi amfibi dan mendaratkan kekuatan lebih dari 1.000 personel yang berangkat bersama dengan semua senjata, amunisi dan kendaraan tempur.

Kapal itu ditugaskan dan bergabung dengan armada Angkatan Laut Australia dalam upacara resmi di Armada Pangkalan Timur, Sydney pada tanggal 28 November 2014. Pada bulan Maret 2015, HMAS Canberra secara resmi ditunjuk oleh pemerintah sebagai kapal induk Angkatan Laut Australia.

Dalam informasi yang dihimpun, kapal ini termasuk dalam Gugus Tugas Gabungan Indo-Pacific 2019 dan sebelumnya telah berlabuh di India, Sri Lanka, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Sesudah Jakarta, mereka akan kembali ke kota pangkalannya di Sydney.

Dalam sambutannya, Kepala Staf Angkatan Laut Australia Laksamana Madya Michael Noonan menyatakan kegembiraannya atas sambutan hangat dari sejawatnya di TNI AL.

“Indonesia dan Australia merupakan mitra yang telah lama bersahabat dan kedua militer tidak pernah berhenti untuk meningkatkan kualitas persahabatan ini dalam berbagai aspek,” katanya.

Kehadiran Gugus Tugas Indo-Pacific Endeavour 2019 ke Jakarta kali ini, kata dia, merupakan salah satu bukti dan upaya Australia untuk terus-menerus meningkatkan kerja sama dan kemitraan strategis dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik, terkhusus Indonesia dalam kesempatan ini.

Selama di Jakarta, HMAS Canberra yang bentuknya mirip betul dengan kapal induk namun dengan ukuran menengah lengkap dengan landasan menanjak di ujung landas pacunya di haluan kapal, akan menjadi tuan rumah dari serangkaian aktivitas, di antaranya lokakarya tentang tata-kelola tanggap bencana, kunjungan-kunjungan, hingga berbuka puasa bersama di kapal. [jar/rmol)

Komentar

Berita Lainnya