oleh

Mengenang Godfather of Broken Heart Didi Kempot lewat Sobat Ambyar

Berdamai dengan Patah Hati

Meski telah tiada, spirit almarhum Didi Kempot terus hidup. Selain lagu-lagunya yang masih senantiasa menjadi perayaan patah hati, sebuah film tribute bagi Sang Godfather of Broken Heart itu dirilis di Netflix. Judulnya, Sobat Ambyar.

JATMIKO (Bhisma Mulia) barangkali adalah perwujudan hati dan nasib para sad boy. Hatinya tertambat pada mahasiswi tingkat akhir, Saras (Denira Wiraguna), yang jadi pelanggan setia kedai kopi yang dikelolanya. Dari sekadar jadi narasumber skripsi, hubungan Jatmiko dan Saras berubah menjadi sepasang kekasih. Kisah cinta mereka awalnya dipenuhi dengan kata manis. Kalung emas –sama seperti salah satu judul lagu Didi– menjadi saksi cinta mereka.

Namun, yang namanya perjalanan cinta nggak selalu mulus. Setelah beberapa minggu di-ghosting oleh Saras, Jatmiko nekat menyusulnya ke Surabaya, kampung halaman Saras. Apa yang ditemui di sana menjadi jawaban mengapa Saras menghilang bak hantu. Rupanya Saras punya tambatan hati baru.

Jatmiko yang frustrasi, gelisah, dan galau melewati momen-momen patah hati. Tangis berderai, mirip seperti yang dinyanyikan Didi dalam lagu Pamer Bojo. Justru dari remuk redam patah hatilah Jatmiko akhirnya sadar bahwa hidup tak melulu soal cinta yang sirna.

Produser Linda Gozali menjelaskan bahwa timnya dari Magma Entertainment memang ingin mengejawantahkan spirit ’’patah hati dijogeti’’ ala Didi ke dalam film. Karena itulah, selama film berlangsung, beberapa lagu Didi diputar mengiringi kisah cinta tragis Jatmiko.

Agar bisa merepresentasikan spirit karya Didi, sutradara Charles Gozali dan penulis naskah Bagus Bramanti harus paham betul esensi lagu Didi. Tak hanya dari sisi Didi, tapi juga dari sisi fansnya. ’’Kami sampai focus group discussion sama Sobat Ambyar untuk bisa tahu gimana mereka merasa nyambung dengan cerita dan lagu Mas Didi,’’ ujar Bagus.

Upaya Bagus menggali pandangan fans –yang barangkali pernah nahas dalam masalah percintaan– sukses bikin cerita Sobat Ambyar relatable. Konflik percintaan kandas disampaikan dengan cara yang sederhana dan renyah. Tidak ada konflik yang terlalu kompleks.

Performa akting Bhisma cukup memikat. Aktor yang mengawali karir sebagai model ini bisa membuat penonton merasa iba pada karakter yang dia mainkan. Hatinya disakiti bukan cuma sekali. Bhisma sendiri cukup paham dengan esensi lagu Didi. ’’Sejak kecil saya suka dengar lagunya,’’ kata Bhisma.

Lagu-lagu Didi pun terdengar, mengiringi balada Jatmiko si sad boy. Semakin menambah nuansa nelangsa dan pedih yang ditampilkan. Misalnya saat Jatmiko diguyur hujan setelah diduakan Saras. Cukup ampuh untuk kembali mengenang sosok Didi beserta spirit karyanya. Sang Godfather of Broken Heart pun ikut turun tangan sebagai produser eksekutif.

Bukan hanya sad boy, sosok sad girl juga dimunculkan meski tak dominan. Dia adalah Wulan (Asri Welas). Kisah cintanya tak kalah tragis. Selain itu, sosok Asri menjadi semacam comic relief alias pemberi unsur humor. Meski, tawa yang muncul adalah karena kisah cinta pilunya.

Sayang, karena konflik cukup simpel, jalan cerita jadi agak mudah ditebak. Apalagi premis yang dijanjikan juga cukup umum. Akhir yang ditawarkan pun tidak bisa sepenuhnya dibilang happy.

Buat mereka yang ingin kembali mengenang sosok Didi, Sobat Ambyar bisa menjadi obat kangen. Adegan-adegan konser bisa memberi sedikit bayangan bagaimana rasanya berjoget dan berdamai dengan patah hati. Oh iya, jangan lewatkan pesan spesial dari Pakde Didi. Salah satunya, patah hati ya dijogeti. (jpg/jawapos)

TENTANG SOBAT AMBYAR

– Proses syuting dilakukan di Solo dan Surabaya.

– Proses workshop juga melibatkan Didi. Sebagian cast harus memahami esensi lagu-lagunya dan mengenal sosoknya.

– Beberapa cast juga ikut datang ke konser Didi untuk merasakan sendiri bagaimana atmosfer konser ’’patah hati dijogeti’’.

– Sebagian besar dialog film dilakukan dalam bahasa Jawa, baik Jawa Tengah maupun Jawa Timur.

Komentar

Berita Lainnya