oleh

Mengintip Koleksi 8 Desainer Indonesia di PFW

-Lifestyle-43 views

SUMEKS.CO.-Semangat untuk terus memperkenalkan mode Indonesia pada dunia internasional terus dilakukan para desainer busana lokal. Kali ini, 8 desainer senior dan muda berhasil menaklukkan Paris Fashion Week (PFW) lewat karyanya di FD Paris Fashion Show, The Westin Vendome.

Tak hanya sekadar memamerkan karya, FD Paris Fashion Show menekankan para desainer untuk mempromosikan koleksi yang berfokus pada sustainable fashionyang meliputi etika sosial dan industri mode yang bertanggung jawab. Sebab, para desainer sangat menyadari perubahan dunia mode, yang berkomitmen untuk berkembang dengan sustainable.

Lantas siapa saja yang terlibat di dalamnya dan bagaimana koleksinya?

FD Paris Fashion Show membawa desainer senior Harry Halim dan Ali Charisma. Selain itu ada pula koleksi dari Rizka Riani Putri, Monica Christabella, Chrestella Hartawan, Crescentia Adelina, Celine United Concepts, dan Asky Febrianti.

1. Harry Halim

Berbasis di antara Los Angeles, Paris dan Jakarta, Harry Halim adalah nama dalam Industri Mode Indonesia dan Internasional. Merayakan 10 tahun karirnya dengan Fashion Division, ia menghadirkan koleksi yang mencerminkan asal-usul mereknya, semuanya berwarna hitam dicampur dengan warna-warna cerah mengencangkan hasil akhir dari koleksi glamor dan mengejutkan.

2. Ali Charisma

Ali Charisma menghadirkan koleksi ‘Beach Sun Sky’ untuk Musim Semi / Musim Panas 2020. Koleksi ini terinspirasi dari laut dan langit biru Bali, tempat yang dianggap Ali sebagai rumah dan surga di bumi.

Koleksi ini feminin, ringan, dan menargetkan perempuan dengan karakter kuat, percaya diri akan kemungkinan dan tujuannya. Warna dominan adalah gading, sentuhan abu-abu, dan salmon oranye dengan detail kerajinan tangan. Mulai dari tekstil tepi mentah hingga cangkang pantai dan batu. Dia juga fokus pada konsep ramah lingkungan dengan kebijakan tanpa limbah di sebagian besar pakaiannya untuk musim ini.

3. Asky Febrianti

Asky Febrianti adalah perancang terkenal di Jakarta dan Indonesia untuk pakaian bespoke. Seperti Elie Saab, ia menaruh perhatian khusus pada setiap embroderie dan pemilihan bahan yang dipilih untuk realisasi ciptaannya.

Sejak 2013, merek ini berfokus untuk memenuhi kebutuhan mewah dan glamor setiap perempuan yang ingin merasa cantik. Konsep yang diusung adalah fashionitu baik untuk jiwa. ‘Saat kami berpakaian bagus, kami merasa lebih baik’.

4. Rizka Riani Putri

Koleksi label Rashika. (Ade Oyot)

Lewat label Rashika, Rizka menghadirkan tren ‘Streetwear’ dalam koleksi ‘Tatuka’ dengan warna lebih gelap. Sentuhan warisan Indonesia juga menginspirasi koleksinya kali ini. Perpaduan yang indah antara modernitas dan tradisi. Perhatian khusus diberikan pada detail yang diwakili dalam kain dan finishing buatan tangan.

Koleksi ‘Tatuka’, berasal dari kata minang yang berarti perubahan. Koleksi ini terinspirasi oleh perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah emansipasi perempuan Indonesia. Sehingga memperlihatkan kalau perempuan memiliki peran penting dalam masyarakat Indonesia.

5. Crescentia Ardina

Crescentia Ardina membawa label Cre.bient berarti suasana dan terinspirasi oleh kepercayaan dan antusiasme perempuan. Koleksi ini telah dirancang untuk perempuan yang tidak takut mengambil risiko dan mendorong diri mereka untuk merasakan petualangan.

6. Monica Christabella Suhartono

Monica membawa koleksi yang terinspirasi oleh Area 51 yang misterius. Orang-orang dari budaya urban yang memadukan desain futuristik dan menggunakan banyak bahan reflektif pada latar belakang hitam, abu-abu, dan putih.

7. Clemence

Clemence diciptakan pada awal 2015 oleh dua perempuan muda Clarissa dan Chrestella Hartawan. Keduanya lulusan sekolah mode internasional LaSalle College yang perusahaan induknya berbasis di Montreal.

Merek lokal yang unik ini terinspirasi oleh kesempurnaan detail kuno. Setiap koleksi selalu memberikan variasi dan modifikasi siluet yang berkembang di era saat itu. Semua kreasi dibuat untuk mereka yang menghargai kesederhanaan dan keanggunan dari penampilan yang sederhana namun halus.

8. United Concepts

United Concepts sendiri menunjukkan keinginan untuk menyatukan konsep-konsep dari alam semesta yang berbeda, untuk menciptakan keseluruhan yang harmonis dan utopis. Seni mengambil potongan-potongan yang berbeda dan bertentangan tercermin dalam konsep dan bahan koleksi. (Nurul/jawapos)

Komentar

Berita Lainnya