oleh

Mengintip Semangat Peduli Kasih Warga Mariana Ilir

MARIANA ILIR – Meskipun pembentukan Kelurahan Mariana Ilir masih terbilang baru, namun semangat dan kepedulian begitu kental dirasakan. Hai ini tergambar dalam suasana masyarakat setempat yang begitu antusias untuk membantu sesama agar kelurahan ini menjadi rumah sendiri, rumah yang ideal dan rumah yang diimpikan setiap warganya.

Lurah Mariana Ilir Umi Kalsum mengatakan Peduli kasih hadir di Kelurahan Mariana Ilir sejak tahun 2018 sebagai respon Lurah atas permintaan masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan untuk meringankan beban masyarakat yang membutuhkan karena terdampak masalah-masalah sosial.

Memanfaatkan peran tanggung jawab sosial Lurah Mariana Ilir menjembatani masyarakat untuk saling peduli dan membantu sesama. Penyalurannya difokuskan pada, anak yatim dan anak yang putus sekolah, keluarga miskin, serta pembenahan rumah rusak.

Umi Kalsum menegaskan, bahwa penyaluran dana sesuai kebutuhan masing-masing, yang sudah diberikan sebanyak 60 keluarga. “ Adapun dana tersebut didapat dari swadaya masyarakat sekitar dan para donatur yang ada di Kelurahan Mariana Ilir “ ujarnya.

Wanita asli kelahiran Mariana ini menambahkan, masyarakat Mariana Ilir tetap melestarikan Persatuan Amal Kematian (Pakem). Pakem ini terbentuk tahun 2016 dengan jumlah anggotanya 1700 orang, adapun dana yang terkumpul dari tahun 2017 sampai sekarang berjumlah Rp. 60.000.000,-.

“ Setiap ahli musibah akan mendapatkan santunan dana sebesar Rp. 1.400.000,- yang mana uang santunan tersebut hasil dari kumpulan iuran anggota senilai Rp. 2000,- perkematian “ papar mantan SP2A

Selain itu ahli musibah juga akan mendapatkan perlengkapan jenazah, air mineral 4 dus dan kotak jenazah dalam satu paket.

Disamping itu, Sebagai orang nomor satu di Mariana Ilir, Lurah Mariana Ilir Umi Kalsum secara jeli melirik potensi pengembangan lidah buaya di Kelurahan Mariana Ilir.

Umi Kalsum menambahkan , penanaman Kebun lidah buaya dimulai dari kantor Kelurahan sejak tahun 2017. “Awalnya berjumlah 50 polybag, dibuat minuman nata aloe vera dan dipasarkan sesuai pesanan atau untuk pameran (stan),” bebernya

Selain dipasarkan dan dipamerkan, produksi lidah buaya juga di tampung di KIOS SOVIA , kios milik Kelurahan, yang diketuai oleh Ernani mantan ketua RT. 19. “KIOS SOVIA mempunyai peranan penting sebagai salah satu sarana atau wadah penampungan seluruh cindramata, keterampilan- keterampilan, bunga-bunga manik dan sabun cuci piring, termasuk minuman nata aloe vera,” lanjut Umi Kalsum

“ Kira-kira dua juta rupiah keuntungan bersih yang didapat dari hasil penjualan minuman aloe vera tersebut “ ujar Bu Lurah menambahkan.

Sementara Camat Banyuasin I Noffaredy, .S.Sos., MM mengapresiasi atas yang telah dikerjakan Lurah Mariana Ilir. “ Saya sangat bangga, kalau Desa dan Kelurahan bisa mengambil dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada didepan mata bila perlu jemput bola,“ kata Camat Banyuasin I.

Sehingga keinginan dari masyarakat dan untuk masyarakat bisa tercapai sebagaimana keinginan kita bersama untuk mencapai masyarakat yang Madani, sesuai keinginan pemerintah Banyuasin juga.(rill/qda)

Komentar

Berita Lainnya