oleh

Menpora Beri Subsidi dan Tanggung Akomodasi Peserta

SUMEKS.CO – PT Liga Indonesia Baru (LIB) menawarkan sejumlah insentif kepada klub-klub peserta Piala Menpora. Subsidi transportasi dan akomodasi bagi peserta akan ditanggung penyelenggara.

Subsidi itu, seperti dituturkan Sekretaris Persiraja Banda Aceh Rahmat Djailani, berupa transportasi dari daerah asal klub ke kota tempat pertandingan. “Transportasi dan akomodasi lokal pun digratiskan. Ditanggung LIB,” ungkap Rahmat di sela-sela mengikuti rapat virtual terbatas PSSI dan LIB dengan 20 calon klub peserta Piala Menpora kemarin (19/2).

Tapi, bagi Persiraja, itu belum cukup. Sebagai salah satu klub terjauh dan sudah sangat merugi ketika kompetisi musim lalu dihentikan, manajemen Laskar Rencong tetap meminta benefit tambahan.

Di antaranya, match fee ditambah. ’’Memang belum detail dijelaskan, tapi intinya seperti itu. Detailnya nanti di manager meeting mengenai jumlah,’’ lanjutnya kepada Jawa Pos.

Di antara 20 klub itu, 18 berasal dari Liga 1 dan dua lainnya dari Liga 2. Pembahasan seputar kesiapan para peserta dilakukan dalam waktu sebulan ini hingga kickoff 20 Maret mendatang untuk mempersiapkan tim.

Dimulai sekitar pukul 18.00, satu per satu peserta dimintai pendapat. Diberi waktu yang panjang untuk membeberkan semua unek-unek dan memberi masukan. Mayoritas sarannya adalah mengenai kepastian, kejelasan subsidi, hingga apa saja benefit yang didapat peserta ketika ikut Piala Menpora 2021.

Menurut Rahmat, meski surat izin keramaian untuk Piala Menpora sudah keluar, tidak berarti klub ’’oke-oke saja” berpartisipasi. ’’Klub sudah berdarah-darah,’’ katanya.

Sampai kemarin Persiraja belum berpikiran mengumpulkan skuad. Jangankan kumpul, rencana untuk menyodorkan kontrak baru saja sangat sulit. Karena itu, pihaknya benar-benar ingin memberi ketegasan, terutama soal benefit yang didapat klub ketika ikut Piala Menpora 2021. Alias keuntungan dari segi finansial.

Berbeda dengan Persiraja, PSMS Medan tidak berkeberatan sama sekali mengenai semua tawaran yang diberikan. Sekretaris PSMS Julius Raja mengatakan, pihaknya sangat bersyukur sepak bola sudah bisa dijalankan lagi.

’’Kami mengapresiasi dan seharusnya semua juga siap dengan ini. Ini kan jalan pembuka agar sepak bola bisa ada lagi, jadi harus diapresiasi,’’ tuturnya.

PSMS adalah satu di antara dua klub Liga 2 yang diundang untuk berpartisipasi di Piala Menpora. Satunya lagi Sriwijaya FC. Keduanya merupakan semifinalis Liga 2 2019, musim terakhir yang bisa diselesaikan.

Soal rugi, Julius menegaskan PSMS juga rugi banyak. Malah, tim berjuluk Ayam Kinantan itu menjadi klub Liga 2 terakhir yang membubarkan diri tahun lalu. ’’Awal tahun ini juga, beberapa pemain sudah kami kumpulkan dan latihan. Karena apa? Kami optimistis, kami ingin kembali ada sepak bola,’’ jelasnya.

’’Sementara kami tawarkan tiap pertandingan Rp 200 juta. Perinciannya, tim yang menang dapat Rp 125 juta, yang kalah Rp 75 juta. Kalau draw, Rp 100 juta masing-masing,’’ paparnya.

Lukita menerangkan, empat kota yang akan menjadi tuan rumah juga masih bisa berubah. Opsi pertama, Solo, Malang, Bandung, dan Sleman. Opsi kedua, Bandung, Malang, Solo, dan Palembang. ’’Itu semua bergantung situasi. Artinya, jika ada klub yang ingin jadi tuan rumah, akan kami tampung,’’ ujarnya.

Itu juga sama dengan peserta Piala Menpora 2021. Bisa saja ada klub yang mundur dan digantikan klub lain. Misalnya, ada klub Liga 1 yang tidak siap ikut Piala Menpora 2021, klub Liga 2 akan ditawari untuk mengisi posisi itu. ’’Kami dalam waktu dekat mengirimkan formulir kesediaan ikut Piala Menpora 2021. Bergantung itu nanti pesertanya siapa saja,’’ bebernya. (jawapos.com)

 

 

Komentar

Berita Lainnya