oleh

Menunggu Sidang Nyaman, Sudah Ada ‘Kantin Kejujuran’ di Pengadilan Militer 1-04 Palembang

PALEMBANG – Hingga bulan Juni 2020 lalu, penanganan kasus di lingkungan kerja Pengadilan Militer (Dilmil) 1-04 Palembang mencapai 60 kasus.

Dari jumlah tersebut, kejahatan ini meliputi disiplin, pencurian, narkoba maupun penganiayaan yang menyebabkan orang lain tewas. Angka ini meliputi wilayah hukum Kodam II Sriwijaya. Seperti Sumsel, Bangka Belitung, Jambi dan Bengkulu.

“Meski saat ini kondisi pandemi Covid 19, kita terus melakukan persidangan terhadap anggota TNI yang melakukan pelanggaran atau kejahatan. Dimana dari lima provinsi yang ada, setidaknya menangani 60 kasus pidana,” ungkap Ketua Dilmil 1-04 Palembang, Letkol Sus Situ Mulyaningsih SH MH dibincangi usai peresmian ruang tunggu terbuka dan juga kantin kejujuran di Dilmil 1-04 Palembang.

“Baik itu berupa disiplin atau desersi, pencurian, narkoba maupun penganiayaan yang menyebabkan orang lain meninggal,” tambah Letkol Sus Situ Mulyaningsih.

Disamping itu juga, masa pandemi ini, pihaknya juga tetap melaksanakan proses persidangan seperti biasanya. Hanya saja untuk teknis persidangan tetap mengikuti protokol kesehatan sebagaimana yang diinstruksikan oleh pemerintah.

Dengan kata lain, setiap pengunjung ataupun pihak yang saat itu sedang bersidang diwajibkan untuk menjalankan protokol kesehatan.

“Tidak ada alasan untuk menunda persidangan ini. Bahkan ini menjadi motivasi bagi kita untuk memberikan rasa keadilan bagi masyarakat atau juga anggota. Yang tidak kalah penting lagi, protokol kesehatan tetap selalu kita laksanakan. Baik itu ke terdakwa, oditur, penasehat hukum, majelis hakim, saksi maupun pengunjung,” terangnya.

Sementara itu, terkait dengan ruang tunggu terbuka dan kantin kejujuran ini sendiri sebagai upaya memberikan pelayanan yang prima ke masyarakat maupun para pencari keadilan.

Yang mana, dengan tempat ini, mereka tadi bisa menunggu giliran persidangan dengan suasana yang aman, nyaman dan bisa lebih dekat satu sama lain.

Selain itu, ini juga untuk memutuskan mata rantai pertemuan langsung atau deal-deal khusus terkait perkara yang sedang dan/atau masih proses sidang dimaksud.

“Kita tentu paham dengan kondisi ini. Apalagi tidak sedikit terdakwa ataupun kerabat terdakwa maupun saksi dan korban ini berasal dari luar kota, tentu mereka butuh tempat istirahat yang nyaman. Nah ini tempat sudah kita siapkan. Bahkan kita juga siapkan kursi atau bangku dan fasilitas makan dan minuman ringan. Harganya pun sangat terjangkau. Yang tidak kalah penting lagi, ini untuk meminimalisir pertemuan terkait dengan persidangan atau perkara tersebut,” terangnya.

Ketua Dilmilti 1 Medan, Brigjen TNI DR Tama Ulinta Br Tarigan SH MH terkait fasilitas ruang tunggu terbuka dan juga kantin kejujuran memberikan satu apresiasi khusus.

Apalagi, keberadaan dari kantin kejujuran ini menjadi salah satu bukti dari Dilmil 1-04 Palembang menjadi wilayah bebas korupsi (WBK) maupun wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM). Apalagi salah satu aspek penilaian utamanya yakni jujur.

“Tentu ini sebuah terobosan sangat menarik dan patut ditiru di wilayah lain juga. Paling tidak, hal ini menjadi satu motivasi tersendiri demi terwujudnya WBK-WBBM. Karena itu, ke depannya kita juga akan ajak Dilmil lainnya agar bisa meniru bahkan jauh lebih baik lagi. Setidaknya, semakin banyak yang membuat membuat stigma kaku dan keras di lingkungan TNI bisa dikurangi,” tandasnya. (adi)

 

Komentar

Berita Lainnya