oleh

Merapi “Batuk”, Desa di Magelang Hujan Abu

SUMEKS.CO, MAGELANG – Muntahan awan panas dari Gunung Merapi menyebabkan hujan abu di beberapa desa di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (28/8) malam.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edi Wasono seperti dilansir Antara di Magelang mengatakan, sedikitnya sembilan desa di Kecamatan Srumbung dan Salam diguyur hujan abu. Awan panas guguran Gunung Merapi pukul 16.20 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 60 mm dan durasi 234 detik. Cuaca berkabut, estimasi jarak luncur 3.000 meter ke arah barat daya Gunung Merapi.

”Berdasar laporan masyarakat, telah terjadi hujan abu akibat terjadi awan panas guguran Merapi,” kata Edi.

Dia menyebutkan, sejumlah desa yang terjadi hujan abu, yakni di Kecamatan Srumbung meliputi Desa Kradenan, Srumbung, Kaliurang, Kemiren, Banyuadem, Jerukagung, dan Desa Ngablak. Kemudian di Kecamatan Salam, hujan abu terjadi di Desa Sucen dan Desa Kadiluwih.

Menurut dia, berdasar rekomendasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), potensi bahaya Gunung Marapi saat ini, berupa guguran lava dan awan panas di sektor tenggara-barat daya sejauh maksimal 3 kilometer ke arah Sungai Woro dan sejauh 5 kilometer ke arah Sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

”Lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya,” tutur Edi.

Masyarakat juga diminta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi. Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.

Selain itu, Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi. (jawapos.com)

 

Komentar

Berita Lainnya