oleh

Merasa Digantung PJTKI, Calon TKW Asal PALI Dipulangkan

-Lainnya-57 views

SUMEKS.CO –  Enam warga Bumi Serepat Serasan yang gagal berangkat ke Taiwan untuk menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) gagal berangkat karena merasa “digantung” oleh salah satu PJTKI di Jakarta.

Atas kejadian ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Usmandani menghimb masyarakat untuk berhati-hati dan tidak mudah tergiur iming-iming oknum sponsor PJTKI yang menjanjikan gaji besar.

“Kalau ada orang menawarkan bekerja ke luar negeri dengan mudah dan gaji besar serta biaya gratis, kita harus telusuri dulu keabsahan perusahaan penyalur TKI tersebut. Jangan sampai jadi korban perdagangan manusia,” tegasnya, Rabu (9/10).

Lebih lanjut dirinya juga menyarankan agar warga yang berminat menjadi TKI atau TKW ke luar negeri untuk menggali informasi di Disnakertrans, sehingga kejadian serupa tidak akan terulang kembali.

“Kami siap memberikan informasi terkait lowongan tenaga kerja di luar negeri atau mencari informasi tentang PJTKI sebagai perusahaan penyalur agar warga tidak tertipu,” terangnya.

Dan sebagai pelajaran terhadap kejadian enam warga PALI yang berniat mengadu nasib menjadi TKW, namun mereka mencabut KTP PALI pindah ke Lampung Timur karena katanya diarahkan sponsor untuk lebih mempercepat keberangkatan, hal itu harus dihindari.

“Dalam hal ini, Pemkab sudah tidak ada lagi sangkut pautnya untuk mengurus enam orang warga tersebut, lantaran mereka sudah terdaftar menjadi warga Lampung Timur, namun berkat kepedulian pak Bupati kita, saya diutus untuk mengecek dan menjemput mereka pulang kembali ke PALI. Atas kejadian itu, saya berharap, kalau memang belum jelas atau belum pasti tujuannya, jangan sekali-kali mencabut buku jiwa dari PALI,” terangnya.

Terpisah, Wakil Presiden IV DPP KSPSI Subiyanto menyarankan, agar Pemkab PALI harus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat di semua desa untuk mencegah praktek TKI ilegal.

“Disamping itu Pemda PALI mengupayakan membangun BLK beserta peralatannya untuk percepatan meningkatkan kompetensi warga PALI untuk memasuki pasar kerja domestik maupun global,” saranya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya