oleh

Meski Dilarang, Warga Nekat Gelar Resepsi Pernikahan

MURATARA-Meski dilarang menyelenggarakan resepsi pernikahan lantaran dampak wabah corona. Namun warga di wilayah Kabupaten Muratara, persisnya di wilayah Rantau Jaya, Kecamatan Karang Jaya, nekat tetap menyelenggarakan hajatan.

Informasi di himpun kegiatan yang mengumpulkan masa dalam jumlah banyak, di tengah wabah virus Corona (COVID-19), saat ini tidak diperbolehkan. Setelah keluarnya maklumat Kapolri bernomor Mak/2/III/2020 ini diteken langsung oleh Kapolri Jenderal Idham Azis.

Maklumat itu berisi kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus Corona (COVID-19). Agar kegiatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak. Seperti, seminar, lokakarya, konser musik, festival, bazzar, pasar malam, pameran, demo, kegiatan olahraga, kesenian, jasa hiburan, pawai, karnaval hingga resepsi pernikahan di tindakan.

Jika masih ngotot melanggar, maka ada ketentuan yang berlaku dan pihak penyelenggara bisa di seret pidana. Seperti ketentuan yang berlaku dalam UU No4/1984 pasal 14, menghalangi penanggulangan wabah di ancam pidana satu tahun penjara, UU No6/2018 pasal 93 setiap orang menghalangi karantina kesehatan diancam pidana satu tahun denda Rp100 juta, serta pasal KUHP lainnya seperti pasal 212 KUHP, pasal 214 KUHP, pasal 216 ayat 1 KUHP, dan pasal 218 KUHP.

Hal ini di benarkan langsung kapolres Muratara AKBP Adi Witanto saat dikonfirmasi. Dia meminta masyarakat agar mematuhi maklumat yang sudah dikeluarkan Kapolri agar masyarakat tidak mengumpulkan masa.

“jangan dulu mengadakan resepsi pernikahan sekarang ini kita tengah berupaya maksimal untuk menanggulangi wabah Covid19. Kalau akad nikah saja silakan, tapi untuk resepsi atau pesta di tunda dulu,” kata Kapolres.

Pihaknya berharap semua pihak, ikut andil dan mentaati maklumat kapolri yang sudah dikeluarkan, khususnya dalam kasus penanganan wabah corona, setidaknya dalam melakukan pencegahan terhadap diri sendiri atau lingkungan mereka masing masing.

“intinya hindari kegiatan yang membawa masa banyak. Demo juga tidak boleh sekarang lagi masa penanggulangan covid19,” tegasnya.

Pihaknya mengungkapkan, sudah menyebarkan secara langsung maklumat itu ke permukiman penduduk. Dan bersama sejumlah intansi lain melakukan antisipasi, seperti meliburkan kegiatan pelajar, penyemprotan dispektan, melakukan pemantauan dan mendirikan pos pantau di wilayah perbatasan.

“Di Muratara sudah ada pos pantau di dirikan di simpang Nibung, di situ lengkap ada petugas medis, TNI/polri dan SKPD. Kita mengecek melalui scan suhu, pelintas asal luar daerah yang masuk ke Muratara,” tutupnya.

Meski sudah disebar maklumat mengenai larangan kegiatan yang mengumpulkan masa dalam jumlah banyak. Namun masih banyak warga Murataa yang menganggap seleh hal tersebut. Serta nekat tetap melaksanakan acara resepsi pernikahan.

Kondisi itu terpantau di sekitarJalinsum di desa Rantau Jaya, Kecamatan Karang Jaya. SS (36) warga Rantau Jaya, yang sempat di hubungi mengaku, acara resepsi pernikahan itu tetap dilaksanakan karena tuan hajat sudah terlanjur menyebar undangan.

Menurutnya, banyak warga sudah memperingatkan agar menunda pelaksanaan itu. “Tapi itulah warga kita nekat, kalau di batalkan pesta itu sama saja dengan membawa malu keluarga,” ujarnya.

Saat pelaksanaan pesta, dia mengaku cukup ramai dan banyak tamu undangan yang hadir. Namun kondisi itu hanya dilakukan siang hari saja,”kalau malam tidak boleh, cuma batas jam 3 sore itulah,” tegasnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya