oleh

Minggu Depan Baru Terlihat Kasus Covid-19, Paska Liburan

JAKARTA – Satgas Covid-19 masih melihat tren kasis positif Covid-19 menurun paska libur panjang pekan lalu. Hasil libur panjang aman atau tidaknya baru akan terlihat pada 1-2 minggu setelahnya.

“Kita masih akan lihat hasil monitoring protokol kesehatan terutama saat libur panjang di beberapa tempat yang mungkin akan diidentifikasi terjadi kenaikak. Orangnya yang dipantau semakin bertambah, berarti banyak orang yang datang,” ujar dr Dewi Nur Aisyah, Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19.

Ia menyebut, libur panjang berpotensi bisa menaikkan kasus positif. Seperti Agustus lalu, kenaikannya terjadi pada pekan pertama September. “Ada jeda waktu 10-14 hari untuk melihat adanya kenaikan kasus, kita masih harus terus memantau. Sekitar 10-14 hari baru akan ketahuan,” jelasnya.

Menurutnya, kunci utama penurunan kasus adalah penerapan protokol kesehatan apakah diterapkan. Ia menyebut, ada 50 juta laporan 50 juta yang masuk hingga saat ini dari aplikasi monitoring perubahan perilaku yang baru tersedia sebulan terakhir ini. “Pada liburan kemarin saja ada 3 juta laporan masuk. Ada 1,02 juta orang yang dipantau di tempat wisata. Jumlah yang dipantau di 173 ribu titik di 407 kabupaten/kota pada 34 provinsi,” katanya.

Jumlah 1,02 juta irang yang dipantau tersebut katanya, pada libur panjang Rabu-Minggu. Sementara pada periode yang sama pekan sebelumnya, jumlah yang dipantau hanya 534 ribu orang. “Naik 92 persen,” ungkapnya. Terkait kepatuhan memakai masker di tempat wisata, bebernya, trennya sedikit menurun jika dibandingkan dengan hari yang sama saat normal dengan hari libur panjang.

“Bisa jadi karena bertemu orang, melihat sekeliling ada yang tak pakai masker dan tak jaga jarak jadi ikutan,” ungkapnya. Meski turun, secara persentase angkanya masih diangka 80-an persen. Terkait jaga jarak, ia menyebut lebih kecil di kisaran angka 70-an persen. Kemungkinan karena rame, berkumpul dalam satu waktu dan tak bisa jaga jarak sehingga trennya menurun.

“Nah jumlah warga yang ditegur di tempay wisata pun trennya meningkat, sekitar 600 ribuan orang,” bebernya. Selain tempat wisata, restoran juga dipantau Satgas Penanganam Covid-19. Ada kenaikan 23,45 persen orang yang dipantau, dari 500 ribuan orang menjadi 619 ribu orang. “Memang tidak setinggi tempat wisata,” tambahnya. Terkait penggunaan masker dan jaga jarak, trennya juga menurun kisaran 70-an persen di restoran.

Kemudian jumlah orang yang dipantau di mall, terjadi kenaikan hpir 40 persen. Dari 131 ribu menjadi 182 ribu orang dipantau. “Tren jaga jarak dan memakai masker diangka 70-an persen,” cetusnya. Tren yang ditegur pun juga naik di mall dan restoran karena yang berkunjung pun juga banyak.

Tren yang tidak baik ini katanya, juga disebabkan oleh tim pengawas yang tersedia belum memadai. Lanjutnya, warga bisa berwisata namun jangan sampai memgabaikan protokol kesehatan. “Tips melindungi diri dan sesama untuk beraktivitas saat liburan atau weekend, wajib wajib wajib gunakan masker. Kemudian cek destinasi tujuan bagaimana ksiapan protokol kesehatannya, tetap jaga jarak dengan orang lain yang tak serumah, cuci tangan tetap harus dilakukan dan bawa hand sanitizer serta di rumah saja ketika tak ada aktivitas,” imbuhnya.(rei)

Komentar

Berita Lainnya