oleh

Minim Dukungan, Tim Soeratin PS Palembang Terancam Mundur dari Seri Nasional

PALEMBANG – Asprov PSSI Sumsel telah menyelesaikan gelaran Liga 3 dan Piala Soeratin yang menjadi agenda resmi. Selain Muba United yang keluar sebagai juara Liga 3, tim juara Piala Soeratin U-17 yaitu PS Palembang juga patut diapresiasi.

Anak-anak muda potensial yang dikomandoi oleh Pelatih kepala Syamsul Anwar Ramsya SPs.,MPd nyatanya tak hanya berjibaku didalam lapangan. Tetapi juga diluar lapangan alias kamar ganti. Tak lain karena minimnya dukungan dari asosiasi kota maupun KONI Kota Palembang dan instansi terkait.

Hal ini tak dibantah oleh Manajer Hanief Djohan. Menurutnya, ia bahkan mengeluarkan kocek pribadi untuk sekadar membeli kebutuhan pertandingan. Sangat disayangkan, padahal kota Palembang merupakan kota internasional penyelenggara Asian Games, tidak memperhitungkan pembinaan dan prestasi.

“Menghadapi putaran kedua yang diadakan di Kota Palembang, sebenarnya PS Palembang sudah hampir mundur. Namun mengingat semangat anak anak yang tetap tinggi, kita tetap bertahan,” kata Hanief.

Jadilah hanya tekad dan semangat yang dimiliki oleh penggawa PS Palembang U-17 dalam tutnamen tahunan tersebut. Sampai akhirnya juara dan bisa mendapat tiket berlaga di zona nasional. Hanief menyesalkan situasi yang ada saat ini, apalagi untuk bermain di nasional, butuh dana yang tidak sedikit. Mulai dari akomodasi dan persiapan serta kebutuhan saat pertandingan.

“Rencananya kami dalam waktu dekat akan menghadap walikota bersama anak-anak. Menyerahkan piala sekaligus memohon dukungan agar prestasi ini bisa dilanjutkan. Sayang rasanya melihat bibit yang dimiliki oleh Palembang ini disiakan dan tidak terurus dengan baik,” ungkap Hanief.

Melihat hal ini, wajar rasanya jika beberapa waktu lalu Sekda Kota Palembang Ratu Dewa, berang. Bahkan unyuk persiapan Porprov yang akan berlangsung di Prabumulih dalam waktu dekat, tak ada perhatian dari Kepala Dinas terkait, manajer dan pengurus cabang olahraga yang akan bertanding.

Ratu Dewa, dalam rapat pada rapat 28 Oktober lalu terlihat tak ada apresiasi OPD terhadap Walikota Harnojoyo yang merupakan pembina cabor. Tak sebatas itu, termasuk juga target kota Palembang mempertahankan juara umum juga tak terlihat, sehingga membuatnya berang. (aja)

Komentar

Berita Lainnya