oleh

Minim Kualitas, DPRD Soroti Pembangunan Rusak

MURATARA – Minimnya kualitas pembangunan yang dilakukan di wilayah kabupaten Muratara, menjadi sorotan DPRD Muratara. Kasus yang terjadi, banyak pembangunan yang dilaksanakan, namun meski baru hitungan bulan sudah terjadi kerusakan.

Anggota DPRD Muratara I Wayan Kocap menuturkan, saat ini mereka mendapatkan laporan sejumlah keluhan dari masyarakat Muratara mengenai program pembangunan yang tidak sesuai dengan harapan.

Pihaknya mengaku akan segara melakukan Sidak dan memanggil instansi terkait. DPRD Muratara meminta, Pemerintah tidak hanya mengutamakan kuantitas pembangunan dan mengabaikan kualitas.

“lelang pembangunan dilaksanakan diakhir tahun pastinya akan berhubungan dengan kualitas, kalau bisa di April itu semua sudah selesai, paling lambat selesai Agustus jangan September baru lelang,” katanya, kemarin (19/1).

Dia menimpali, jika program pembangunan mulai di laksanakan di ujung tahun. Tentunya akan banyak, kekurangan. Karena pemborong juga dikejar waktu, sehingga banyak pembangunan yang tidak berkualitas.

“Kalau mulai akhir tahun, yang penting mereka asal cepat tuntas (asal asalan, red) kondisi itu pasti terjadi. Sehingga terjadi pengurangan volume pembangunan dan lainnya,” jelasnya.

Secara global, DPRD Muratara menyoroti pembangunan yang dilaksanakan di Muratara tidak seluruhnya dikeluhkan masyarakat. Karena ada juga sebagian pembangunan yang memiliki kualitas bagus. “Seperti jalan di nibung itu, selain di cor langsung di aspal. Itu mutunya bagus dan daya tahannya juga kuat,” timpalnya.

Sementara itu, Andai warga Rawas Ilir, Kabupaten Muratara mengeluhkan sejumlah program pembangunan di 2019 di wilayah mereka yang sudah alami kerusakan seperti pembangunan dam di desa mandiangin, kecamatan Rawas Ilir yang tidak bisa dimanfaatkan warga.

“Di hulu Desa Mandi angin yang dibangun 2019 lah rusak pulek. Ada juga yang aspal la terkelupas padahal baru dibangun 2019,”Katanya. Dia meminta Pemerintah daerah agar memerhatikan kualitas pembangunan dan tidak menerima pembangunan 100 persen jika tidak memenuhi kualitas.

“Kalau bangunan idak sesuai semestinyo jangan di terimo. Pengawas lapangan harus turun waktu pengecekan jangan cuma mengecek dari atas meja,” pintanya.

Sementara itu, Amri Sudarsono anggota DPRD Komisi I mengatakan, DPRD akan melakukan pemanggilan terhadap instansi terkait dan meminta pemborong mitra mereka mereka untuk melakuan perbaikan.

“Kita akan panggil dalam waktu dekat membahas ini, saya juga sudah melakukan pengawasan ke Rawas ilir terkait pengaduan masyarakat,” tutupnya.

Selain masalah jalan, siring DPRD juga menyoroti prmbangunan lainnya seperti jembatan, dan talut yang juga alami kerusakan meski baru dibangun di 2019.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya