oleh

Minim Plang, Banyak Warga Tersesat di Muratara

-Sumsel-104 views

MURATARA – Sejumlah masyarakat di wilayah Kabupaten Muratara, keluhkan minimnya rambu lalulintas di sejumlah akses alternatif. Pasalnya, banyak warga pendatang mengaku tersesat ‎saat melintas akses antar kecamatan di wilayah ini.

Bima warga kota Prabumulih yang sempat dibincangi Rabu (27/11) mengatakan, saat dirinya dan rombongan hendak menuju kecamatan Rawas Ilir, dari ibu kota Kabupaten Muratara di Kecamatan Rupit. Melalui akses jalan lintas kecamatan Rupit-Rawas Ilir, mereka mengaku tersesat hingga berjam-jam di tengah perkebunan kelapa sawit.

Kondisi itu menimbulkan, kendala bagi warga pendatang yang hendak berkunjung ke wilayah Muratara, maupun masyarakat lokal. “Banyak persimpangan yang tidak ada informasi arah di Muratara. Padahal jalannya lintas kecamatan dan punya pemerintah daerah, seharusnya di pasang plang petunjuk arah, jadi pengguna jalan tidak kesasar,” keluhnya, kemarin (27/11).

Dia mengungkapkan, sebagian besar wilayah kabupaten Muratara masih tertutup oleh rerimbunan semak belukar dan areal perkebunan warga. Tidak jarang, akibat minimnya plang penunjuk arah dan jauhnya permukiman masyarakat, menimbulkan kendala bagi pengguna jalan.

“Sempat mau nanya sama warga tapi arah yang di kasih tau tidak jelas juga, karena hampir rata-rata sepanjang jalan di sini semak belukar dan perkebunan. Kami warga dari luar daerah bingung kalau masuk ke jalan alternatif Muratara,” bebernya.

Informasi di himpun, banyaknya masyarakat yang melintas dari luar daerah melalui jalan alternatif Muratara yang tersesat. Sempat di tanggapi langsung oleh Bupati Muratara, H Syarif Hidayat. Bupati langsung mengintruksikan ke Dinas Perhubungan Muratara, agar memperbanyak plang penunjuk arah, karena itu merupakan salah satu bentuk pelayanan publik.

“Saya dapat kabar ada yang lewat jalan Karang Dapo mau ke rawas Ilir, sampai menyasar ke daerah tetangga. Itu karena jalan di wilayah kita sudah di perlebar tapi mereka bingung tidak ada petunjuk arah,” ungkap Bupati. Dia meminta, Kepala Dinas Perhubungan untuk merespon cepat masalah itu, sehingga pengguna arah di Muratara bisa lebih nyaman. “Nanti tolong di pasang plang-plang petunjuk arah, supaya yang melintas tidak tersasar lagi,” timpalnya.

Kepala Dinas Perhubungan Muratara, Al Azhar saat dikonfirmasi mengaku pihaknya sudah memasang lebih dari 40 titik plang penunjuk arah. Bahkan kegiatan itu menurutnya, sudah berada di luar dari penggunaan anggaran dinas. “Itu sudah kita pasang lebih dari 40 titik dari arah Mangun Jaya Muba sampai ke jalan setia marga. Itu kita gunakan anggaran di luar anggaran dinas,” bebernya.

Dia membantah, jika banyak warga yang tersesat saat melintas ke akses alternatif. Menurutnya warga yang tersesat hanya warga dari luar daerah yang tidak mengerti dan mengetahui secara pasti wilayah Muratara. “Kalau warga lokal mana ada yang ke sesat, kalau warga dari luar wajar mereka tersesat karena tidak tahu lokasi Muratara,” bebernya.

Al Azhar menegaskan, akan mengamini intruksi langsung Bupati Muratara tersebut di 2020 mendatang, karena saat ini mereka tidak bisa memasukan lagi penganggaran lantaran sudah hampir tutup tahun. “Saya pikir 40 lebih titik yang sudah di pasang itu, sudah lebih dari cukup. Tapi kalau di rasa kurang nanti saja di 2020 baru di tambah lagi,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya