oleh

Minta BKB Terbuka Mengelar Even

-Ekbis-221 views

PALEMBANG – Minimnya lahan terbuka untuk mengelar even menjadi keluhan para pelaku industri kreatif di Sumsel yang tergabung dalam Event Organizer Sriwijaya (Eora Sriwijaya). Para pelaku meminta agar akses menggunakan Benteng Kuto Besak (BKB) dibuka kembali.

ketua Eora Sriwijaya, Iqbal Rudianto mengatakan, tahun ini masih ada even , namun jauh jika dibandingkan 2018 yang ada Asian Games . “Tahun ini karena banyak penyelenggaraan masih menunggu pasca pilpres dan ramadhan. Setelah ij ibaru akan ada banyak even lagi, ”

Dikatakan, even sekarang kebanyakan dari swasta, perusahaan dan dibuat sendiri. Sebab jika mengandalkan dari pemerintah masih sedikit karena terkendala dana. Seperti baru ini Festival Patungan di Palembang Icon. Lalu even Palembang Expo dan Sumsel Expo yang dibikin sendiri

Dikatakan, rata rata masing masing EO mengerjakan 50 even pertahun. Namun sekarang ini cukup turun dibandingkan tahu sebelumnya. Selain terkendala pada kebijakan perusahaan rokok mengelar even terbuka dengan masa pelajar.

Juga, di Sumsel terbatasnya venue dan di Palembang sendiri terbatas lapangan untuk mengelar even. Dulu ada tiga tempat yakni Bumi Sriwijaya menjadi RS Siloam, lapangan di kampus menjadi Palembang Icon sedangkan BKB dibatasi penggunaannya. Padahal, setiap daerah itu punya alun alun kota untuk mengelar even.

Karenanya, kata dia, adanya kebijakan ini EO mengelar even di cafe cafe namun ini skalanya kecil tidak bisa dengan masa banyak. Sebaliknya kalau menggunakan indoor seperti mall biaya sewa mahal.

Foto : Kris Samiaji/Sumeks

Makanya, pihaknya berharap Pemkot membuka kembali akses di BKB. “kalau misalnya kota enggan membuka karena kebersihan, maka bisa dibuat kan regulasi seperti deposit kalau tidak bayar maka uang nya tidak dikembalikan, *

Lebih jauh ia mengatakan, degan adalah even akan memberikan efek domino bagi masyarakat dan pemerintah. “Bayangkan jika even yang digelar Rp 2 miliar maka PAD yang disetor sampai Rp 20O juta,”

Kemudian, kata dia, dari masyarakat banyak yang berjualan, tukang parkir dan lainnya. “Sangat besar sumbangsihnya tentu semakin banyak pengguna jasa EO lebih memilih EO dari Sumsel dibandingkan dari Jakarta, sebab SDM dan teknologi di sini pun sudah lengkap dan tidak perlu bawah dari Jakarta

Staf Khusus Walikota Palembang, Herlan Assifudin menambah, even yang digelar merupakan ujung tombak untuk meningkatkan pariwisata di Sumsel sebab dengan adanya even maka dapat mendorong perekonomian dan sektor pariwisata. “Sangat banyak sekali efek domino nya mulai dari okupansi hotel hingga pelaku usaha,

Kedepan, masih kata dia, pihaknya akan mengajak Pemkot untuk berdiskusi membahas hal ini. “Mungkin bisa dibicarakan agar EO ini bisa mendapatkan kesempatan mengelar even, ”

Ketua Panitia , Rio Saputra mengatakan,, kegiatan ini rutin yang digelar. Tahun ini merupakan tahun ketiga dan kali ini bertepatan dengan ramadhan. “Hampir 80 persen anggota datang, total ada 170 peserta dari target hanya 100 peserta. Para anggota adalah pelaku industri kreatif mulai dari tenda, video Tron, AC, lighting, dancer, dan lainnya

Untuk itu, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pekerja industri kreatif Sumsel, bersama eora Sriwijaya kembangkan Sumsel yang mendunia.

Komentar

Berita Lainnya