oleh

Miris… Penderita Hydrochepalus ini Butuh Bantuan

RUPIT – Kasus Hydrocephalus kelainan dan pembengkakan di bagian kepala, kembali ditemukan di Kabupaten Muratara‎. Mukti Alfarizi, balita usia enam bulan, asal Rompok Napal Maling, Dusun V, Desa Embacang Lama, Kecamatan Karang Jaya, hanya bisa menangis karena menahan penyakit yang dia derita.

Suasana pilu menyelimuti keluarga kecil Siti Fatimah dan Muhamad yang berprofesi sebagai petani buruh serabutan di Kabupaten Muratara. Mereka mengaku tidak berdaya dengan keterhimpitan ekonomi yang tengah terjadi, terlebih lagi untuk membiayai pengobatan anak bungsunya Alfarizi.

“Kami sedih jingok kondisi Alfarizi, dio cuma biso nangis bae tiap hari. Memang sejak lahir dio keno penyakit ini, kami sudah berobat tapi kekurangan biaya,” kata Siti Fatimah, ibu kandung korban, Senin (4/3).

Lantaran keterbatasan ekonomi, memaksa keluarga kecil ini hanya mengandalkan pengobatan tradisional untuk kesehatan putra bungsunya. Kini Alfarizi hanya mampu terbaring dan tergeletak dalam buaian ibunya. Keluarga ini berharap ada uluran bantuan tangan dari sejumlah pihak untuk mengobati penyakit langka yang diderita putranya.

“Kami idak mampu lagi, untuk makan saja sulit. Dulu pernah disarankan sama dokter yang merawat ketika anak kami sudah cukup besar harus segera dilakukan operasi,” timpalnya.

Sehari-hari Muhamad orang tua korban bekerja mengambil upahan menggesek kayu di tengah hutan. Penghasilan yang mereka dapatkan, baru bisa diambil selama beberapa bulan setelah membawa kayu ke pengepul. “Untuk beli obat ya dak cukup, kami harap ada pihak yang mau membantu,” pintanya.

Karena tinggal di wilayah terisolir, ‎sampai sejauh ini belum ada bantuan dari pemerintah yang mereka dapatkan. Keluarga kecil ini, hanya bisa menahan dan menyeka air mata ketika dibincangi sejumlah pewarta dan memohon pemerintah bisa membantu mereka.

“Mudah-mudahan ado bantuan untuk kami, kami tinggal di Napal maling mungkin jauh jadi belum ada perhatian pemerintah,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Muratara H Zaenal Arifin melalui sekretaris Emilia, mengaku telah mendapat informasi itu. Pihaknya akan berkoordinasi secara lanjut dengan sejumlah institusi terkait.

“Kita akan koordinasi dengan Dinkes dan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu mereka,” tegasnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya