oleh

Miskomunikasi, Warga Hadang Kendaraan Ditumpangi TKA

MUARA ENIM – Diduga miskomunikasi, warga menghadang dua unit bus dengan membawa 38 Tenaga Kerja Asing asal China masuk ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumatera Selatan (Sumsel) 1 Desa Tanjung Menang, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim.

Warga Desa Belimbing Jaya, Kecamatan Belimbing melakukan aksi penyetopan terhadap dua unit bus yang membawa tenaga asing hendak masuk ke kawasan PLTU Sumsel 1, Santu (26/9) pukul 23.30 WIB. Diguga tidak memiliki dokumen lengakap.

“Warga melakukan penyetopan merasa curiga kenapa ada dua unit bus yang mengangkut tenaga kerja asing ke PLTU Sumsel 1 sebanyak 38 orang tengah malam. Ada dugaan tenaga kerja asing dokumennya tidak lengkap,”ujar Muslim.

Sebelum memasuki PLTU Sumsel 1, kata dia, seluruh 38 TKA lakukan pemerikasaan kesehatan. “Ditengah pendemi Covid-19, sebelum tenaga kerja asing masuk ke PLTU Sumsel 1 semuanya dilakukan pemerikasaan kesehatan terlebih dahulu,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Rambang Niru Fredy Febriansyah S STP MSI ketika dikonfirmasi membenarkan aksi warga melakukan penyetopan dua unit bus yang membawa tenaga kerja asing asal China.

Aksi tersebut terjadi kerena miskomunikasi karena pihak perusahaan tidak melakukan sosialisasi kepada warga sekitar bahwa akan mendatangkan tenaga kerja asing memiliki ketrampilan atau skil.

“Miskomunikasi saja. Memang malam minggu kemarin ada mobilisasi tenaga kerja asing ke PLTU Sumsel 1 sebanyak 38 orang dan sempat dicegat oleh warga. Tetapi warga juga kurang paham terkait dokumen izinnya,” jelas Fredy yang berhasil dihubungi awak media, Senin (28/9).

Menindak lanjut aksi warga tersebut, kata dia, Pemerintah Kecamatan Rambang Niru bersama Kepala Desa Jemenang, Tanjung Menang, Cekdam, Kasih Dewo, Danramil, Kapolsek Rambang Dangku melakukan sidak ke PLTU Sumsel 1. Dan disambut baik oleh Asisten Manager Proyek Translapor, Lui Jian Jun.

“Pagi tadi (Senin, red) kita melakukan sidak terkait laporan warga. Namun pihak Pemerintah Kecamatan Belimbing tidak hair. Dan Kedatang kita langsung diterima oleh asisten manager. Kita mempertanyakan terkait dokumen tenaga kerja asing yang bekerja di PLTU Sumsel 1 dan dokumennya cukup lengkap,” jelasnya.

Lanjutnya, kita juga mempertegaskan kepada pihak perusahaan sebelum melakukan mobilisasi tenaga kerja asing harus melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada warga sekitar sehingga kedepannya tidak terjadi polemik.
Kemudian, lanjutnya lagi, pihak Pemerintah Kecamatan Rambang Niru bersama pihak PLTU Sumsel 1 membuat komitmen agar perusahaan selalu mempekerjakan tenaga kerha lokal dan pihak PLTU Sumsel 1 bersependapat.

“Pihak PLTU Sumsel 1 menjelaskan bahwa 38 orang tersebut orang skil semua tujuannya adalah untuk mengajari tenaga kerja lokal. Begitu tenaga kerja lokal dinilai sudah mampu, 38 orang tenaga kerja asing tersebut akan pulang. Itu tujuannya, nanti tenaga kerja lokal akan tendem ilmu pengoperasian PLTU Sumsel 1,”terangnya.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya