oleh

Mobil Terendam Banjir, Tak Perlu Panik, Ini Langkahnya

SUMEKS.CO-  Hujan lebat yang mengakibatkan sejumlah wilayah dilanda banjir. Akibatnya, banyak mobil ikut terendam air. Saat menghadapi kondisi seperti itu sebaiknya pengendara jangan panik, ada empat langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalisir risiko kerusakan pada mobil.  Dan terpenting agar tetap bisa melakukan klaim asuransi, demikian keterangan tertulis Asuransi Astra.
1. Selalu Pastikan Posisi Mobil Aman Pastikan ada opsi untuk memindahkan dan mengevakuasi mobil ke posisi yang lebih tinggi pada saat banjir.  Apabila tidak sempat melakukan pemindahan atau evakuasi mobil, bisa menutup knalpot terlebih dahulu agar air tidak masuk ke dalam mesin mobil dan merusak mesin.
2. Lepaskan Kabel Negatif Aki
Pemilik mobil jangan ragu untuk melepaskan kabel negatif pada aki/baterai guna mencegah korsleting listrik. Baca Juga: Aurel Hermansyah Kabarkan Rencana Pernikahan, Krisdayanti Hanya Tanya Satu Hal ini Tujuannya, mencegah rusaknya berbagai macam komponen listrik di dalamnya.
Lakukan pencabutan kabel negatif ketika mobil sebelum terendam. Ciri-ciri kabel negatif pada aki ditandai dengan simbol-(minus). Kabel yang menempel pada terminal negatif aki adalah warna hitam polos.
3. Cek Kondisi Oli Pengecekan kondisi oli harus dilakukan, karena ada kemungkinan oli sudah tercampur dengan air banjir. Saat sudah tercampur air, tangki oli harus dikuras habis terlebih dahulu baru kemudian diisi kembali. Pengurasan sebaiknya dilakukan oleh pihak bengkel resmi. Ciri-ciri oli sudah tercampur air yaitu warna oli berubah menjadi putih seperti susu
4. Jangan menyalakan kendaraan dalam posisi sudah terendam.
Mobil yang sudah dalam posisi terendam banjir, jangan langsung menyalakan mesin. Sebab, bisa mengakibatkan korsleting pada aki. Selain itu, air banjir yang masuk ke dalam mesin dapat merusak komponen yang ada di dalamnya.
Sebaiknya menghubungi bengkel resmi untuk mengecek kendaraan yang terendam banjir. Jangan sampai pemilik kendaraan melakukan perbaikan sendiri sebelum menghubungi pihak asuransi. Keadaan ini memungkinkan terjadinya gagal klaim. (cm/ddy/jpnn)

Komentar

Berita Lainnya