oleh

Mobilnya Ferrari Tapi Dokumennya Mobil Lain

Kawasan pantai timur Sumatera salah satu yang paling rawan penyelundupan karena dekat dengan negara tetangga. Bea Cukai Palembang, Kanwil Bea Cukai Sumbagtim serta Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bae Cukai pusat belum lama berhasil menyita satu unit mobil sport Ferrari, minuman keras (miras) 23.310 botol dan barang lainnya di Palembang senilai Rp14,6 miliar.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menuturkan target awal program program penertiban impor, cukai dan ekspor berisiko tinggi (PICE-BT) oleh Menteri Keuangan PICE-BT adalah penyelundupan melalui pelabuhan resmi. Namun, setelah dilakukan berbagai penangkapan di pelabuhan resmi, para penyelundup beralih ke pelabuhan tidak resmi atau pelabuhan tikus.

“Yang paling rawan adalah pantai timur Sumatera karena dekat dengan negara tetangga. Terutama Kepri, Batam dan sekitarnya, Aceh, Sumatera Utara, Jambi, sampai Sumatera Selatan,” jelasnya. Tindak penyelundupan terbagi dua jenis yaitu penyelundupan administrasi dan penyelundupan fisik.

Ia mencontohkan jenis penyeludupan administrasi. Ada barang yang masuk, tapi administrasinya tidak benar. Misalnya, mobil Ferrari tapi dokumennya mobil lain. “Kedua, penyelundupan fisik, jadi jelas-jelas nggak ada surat, masuk melalui jalur-jalur pelabuhan tikus,” papar Tito. (ran/jpnn/kos/vis/kms/ce1)

Komentar

Berita Lainnya